GMIL PRO Sulsel Menggelar Forum Group Discussion di Kota Makassar
Makassar, suaralidik.com – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Gerakan Muda dan Mahasiswa Intelek Lidik Pro (GMIL PRO) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) di Kafe Pelipur Lara, Jalan Hertasning, Kota Makassar pada Senin (14/2/2022) sore.
Kegiatan yang dilakukan sayap Lembaga Lidik Pro ini, mengangkat tema “Penguatan nilai-nilai pancasila menjaga moralitas bangsa dalam bingkai NKRI” dengan puluhan peserta.
FGD menghadirkan empat orang narasumber yakni Sekretaris Jenderal DPN Lidik Pro, Ketua DPP Lidik Pro Sulsel, Mantan Kasi Jaringan Interkoneksi Rayon di Makassar, Ketua DPD Lidik Pro Takalar.
Puluhan pengurus DPD Lidik Pro Maros pun hadir dalam acara FGD itu, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Ismar, SH. serta dihadiri beberapa tokoh pemuda lainnya.
FGD ini digelar, sebagai upaya dalam mengkomunikasikan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa ditengah kondisi pandemi dan era globalisasi, dan bagaimana pemuda dan tokoh lembaga mampu menguatkan nilai-nilai pancasila menjaga moralitas bangsa dari rongrongan adanya upaya untuk meruntuhkan negara kesatuan Republik Indonesia.
Sekjen DPN Lidik Pro Muh Darwis K dalam materinya menjelaskan tentang pentingnya sebuah lembaga serta peran peningkatan kapasitas masyarakat dan pembelaan hak-hak atas rakyat, juga sebagai pilar civil society memposisikan diri sebagai pejuang demokrasi dan menjaga ideologi bangsa Indonesia dalam kebhinnekaan, terangnya.
Sementara, Kemal saat memaparkan materi korelasi dengan tema, mengatakan bahwa saat ini bangsa kita belum lepas dari pandemi, bahkan varian baru muncul. Nah, jika di relevansikan dengan kondisi ini tentu perlunya kita melakukan upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga moralitas bangsa, dan hal salah satu hal penting adalah bagaimana kita menjaga degradasi budi pekerti, tutur Kemal Ketua DPP Lidik Pro Sulsel.
Hal berikutnya, Bapak Saiful menerangkan bahwa “LSM harus bias menjadi panutan bagi anak-anak muda dan sigap dalam menyikapi dengan benar permasalahan bangsa Indonesia serta memahami kandungan lima sila dalam pancasila tersebut”, ucap Saiful.(*)









