iklan banner pemrov sulsel

Ditagih Janji, Wabup Bulukumba: Tidak Ada Pengakuan Jika Abu Bakar adalah Raja Palioi…

waktu baca 2 menit
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menerima perwakilan aliansi masyarakat Somba Palioi. Kamis (19/10/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Polemik Raja dan Rumah Adat Somba Palioi di kabupaten Bulukumba, Sulsel, mulai menemui titik terang. Kamis 19 Oktober 2017 ribuan aliansi masyarakat adat kembali menyerbu kantor Bupati menagih janji Wakil Bupati pada pekan lalu yang akan memfasilitasi mereka bertemu dengan raja yang mengklaim diri sebagai raja Somba Palioi.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menerima perwakilan aliansi masyarakat Somba Palioi. Kamis (19/10/17).

Ribuan masyarakat tersebut langsung diterima Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto melalui perwakilan di ruangannya. Namun dalam pertemuan itu pihak yang mengatasnamakan diri Raja Palioi yaitu Petta Abu Bakar tidak berkesempatan hadir. Hanya sepucuk surat yang berisi, mempertanyakan legalitas Aliansi Masyarakat Adat Palioi apakah sudah terdaftar di Kesbangpol, serta Abu Bakar juga akan melaporkan lembaga tersebut kerana hukum karena telah menyebut dirinya “Raja Palsu”.

Sehingga pada pertemuan Masyarakat Adat dengan pihak Pemerintah menghasilkan dua keputusan. Pertama, Pemkab tidak mengakui adanya Raja di Somba Palioi. Kedua, Pemkab juga menyatakan bahwa pembangunan Rumah Adat Somba Palioi di Taccorong ilegal.

“Tidak ada pengakuan jika Abu Bakar adalah Raja Palioi, namun juga tidak ada pengakuan penolakan jika Abu Bakar Bukan Raja Palio,” kata Tomy.

Selain itu, Tomy Satria juga mengintruksikan kepada dinas Perizinan untuk segera melakukan kroscek terkait tidak adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikantongi pihak yang membangun rumah adat Somba Palioi diluar daerah kawasan adat di Pappae, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Hanya saja menurut Tomy, Pemkab sebatas menghentikan pembagunan Rumah Adat yang tak berizin, namun untuk pengakuan siapa Raja sebenarnya, pemkab menurut Tomy tidak memiliki wewenang.

“Apabila IMB-nya sudah terbit, segera kembali di cek, apakah IMB itu diperuntukan untuk izin rumah tinggal atau izin pembangunan rumah adat. Saya juga mengintruksikan ke Dinas PU Menghentikan pembangunannya di Pappae,” Ungkap Tomy Satria.

Tomy juga menyarankan untuk mengkomunikasikan persoalan kerajaan ini ke Raja Gowa yang telah disahkan oleh pemerintah sebagai salah satu kerajaan yang sah di Sulsel.

“Terkait klaim Raja Abu Bakar, saya menyarankan kepada saudara-saudara, agar meminta pernyataan dari Raja Gowa, apakah Abu Bakar Ini raja yang diakui oleh kerajaan Gowa, dan harus ada stempel dari kerajaan Gowa Andi Maddusila,” Kunci Tomy Satria.

Sementara, sebelum meninggalkan lokasi aksi di depan Kantor Bupati, mereka membacakan Sumpah Pemuda Palioi yang menolak Raja Palioi dan pembangunan Rumah Adat di Desa Taccorong.

“Alhamdulullah, itu hasil pertemuan dengan Pemkab yang dipimpin Wabup Bulukumba Tomy Satria. Raja Palioi tak diakui dan menghentikan pembangunan rumah adat,” kata Sudirman. (Ar/ )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization