iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Dinilai Tidak Transparan, Penyaluran BLT di Desa Manyampa Disorot Warga

waktu baca 3 menit
Pertemuan masyarakat desa Manyampa soal penyaluran BLT-DD pada Kamis (28/5/2020)

Bulukumba, suaralidik.com – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT – DD) tahap pertama di desa Manyampa kecamatan Ujung loe pada Jum’at (22/5/2020) lalu menuai protes dan sorotan tajam dari warga.

Pasalnya, penyaluran BLT-DD terhadap 180 KK untuk 5 dusun dinilai tidak transparan dan bahkan tidak tepat sasaran. Pihak pemerintah desa tidak menempel daftar nama-nama penerima BLT-DD untuk diketahui masyarakat.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu warga bernama Parwansyah dalam rapat pertemuan klarifikasi penyaluran BLT, mempertanyakan nama-nama penerima BLT -DD. Ia juga menduga kalau ada aparat desa pun ikut menerima manfaat bantuan terdampak covid-19 ini

” Mohon pak untuk transparansinya, siapa-siapa saja warga yang menerima BLT-DD di desa Manyampa, Kami harap ini ditempel untuk diketahui masyarakat, kemudian, ada kabar kalau ada juga aparat desa menerima BLT-DD, sepengetahuan Kami selaku masyarakat bahwa tidak dibenarkan aparat desa menerima BLT/DD itu, Kami ingin mendengarkan penjelasan ini dari kepala desa, apakah sudah sesuai aturan atau tidak” tutur Parwansyah dalam pertemuan itu.

Di tempat yang sama, Kepala desa Manyampa Abbas Akbar yang menerima unek-unek dari warganya langsung menanggapinya. Ia menjelaskan tentang keterbatasan anggaran untuk BLT-DD yang sesuai dengan keputusan kemendes.

“Pada dasarnya, Kami ingin semua masyarakat menerima BLT-DD karena dampak covid-19 ini,hanya saja anggaran dibatasi karena sesuai dengan ketentuan hanya 30% dari Dana Desa yang bisa dislaurkan untuk BLT,” Jelas Abbas soal isu ketidakadilan yang terus berhembus di desanya.

Menanggapi kabar ada aparat RT/RK yang menerima BLT-DD, Akbar membenarkan hal itu dan bahkan pihaknya sudah melakukan virifikasi langsung.

“Iya benar ada salah satu RT atas nama Syamsuddin DM yang mendapatkan bantuan BLT, itu kami benarkan karena Ia sudah tidak bisa berbuat apa-paa lagi akibat sakit dan lumpuh,atas keterbatasanya di tengah pandemi covid-19 ini dalam mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya olehnya itu Kami berikan BLT,” jelas Akbar.

Masalah transparansi publik, Pemdes sementara melakukan proses cetak (Print Out) dan akan ditempel di kantor Desa.

Menyikapi sorotan masalah pendataan, pihak Pemdes Manyampa akan melakukan verifikasi dan membenahi kembali atas layak atau tidaknya warga yang dimaksud menerima mengaturnya BLT-DD.

Di tempat yang berbeda, Salah Pengurus Lidik Pro DPC Ujung Loeyang Muh Adil Makmur menilai jika tim pendata untuk BLT-DD di desa Manyampa tidak adil.

Pihaknya bahkan sudah turun langsung ke lapangan dan menemukan kecemburuan sosial akibat pendataan yang dinilai kurang profesional.

“Saya sudah melakukan wawancara langsung ke beberapa warga di dusun Alarayya, memang menimbulkan kecemeburuan karena ada yang layak menerima bantuan BLT-DD tetapi justru tidak dapat sama sekali,” jelas Adil. (*Ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *