iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Bro Rivai: Islam Nusantara dan Kebangkitan Nasional

waktu baca 4 menit
Abdul Rivai Ras Founder BRORIVAI CENTER

Loading

Jakarta,suaralidik.com – Menjadi nasionalis tak berarti harus anti dengan pengaruh bangsa lain. Karena itu, saatnya menemukan harmoni dengan kekayaan seni budaya bangsa lain. Nuansa bulan suci Ramadhan di Indonesia yang banyak diwarnai dengan sentuhan seni budaya Arab sesungguhnya tidak terlepas dari adanya kombinasi tradisi antara peradaban Arab dan tradisi budaya nusantara. Tanpa sadar, kini Indonesia telah banyak mengalami akulturasi budaya Arab yang menjadi bagian dari kearifan lokal.

Masuknya warga Arab di Indonesia berawal sekitar seribu tahun yang lalu ketika terjadi perpecahan besar antara umat Islam dan menyebabkan khalifah keempat Ali bin Abi Thalib terbunuh. Kemudian keturunannya melakukan hijrah (perpindahan) besar-besaran ke berbagai penjuru dunia. Dalam penyebarannya mereka membawa misi berdagang dan menyebarkan agama Islam, dan salah satu negara yang menjadi tujuan mereka adalah Indonesia (Hasymy, 1993).

Pastinya kita sadar bahwa, agama Islam tidak dilahirkan di Indonesia, namun justru negara inilah yang memiliki penduduk muslim dengan jumlah terbesar di dunia. Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana cara agama ini masuk dan berkembang di antara suku dan budaya yang beragam di nusantara? Pondasi pertanyaan ini kemudian diteliti oleh Michael Laffan, Profesor Sejarah di Universitas Princenton (2011), yang menggambarkan proses tumbuh kembangnya Islam di Indonesia yang mana memiliki corak dan ciri khusus serta dinamikanya yang berbeda dengan bangsa lain di dunia.

Menurut Laggan, Islam di Indonesia kerap digambarkan bersifat moderat berkat peran yang dimainkan Sufisme mistis dalam membentuk pelbagai tradisinya. Menurut para pengamat Barat mulai dari para administrator kolonial, para cendekiawan orientalis Belanda, hingga para antropolog modern seperti Clifford Geertz, penafsiran Islam yang damai ala Indonesia terus-menerus mendapat ancaman dari luar oleh tradisi-tradisi Islam yang lebih keras dan intoleran.

Fakta tersebut diperkuat belakangan ini, dimana predikat damai yang melekat dalam Islam Nusantara sedikit terganggu. Bahkan, telah tercoreng karena maraknya kekerasan atau aksi terror yang notabene menjadi biang keladinya. Aksi-aksi pengeboman menjadi berita nasional dan internasional yang sangat menakutkan sebab menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Dalam aksi ini, secara terbuka para pelaku terror mengaku amalan pengeboman itu berkaitan dengan Islam, sehingga kian memperkuat stigma bahwa Islam punya keterhubungan dengan tindakan mereka.

Perkembangan dan eksistensi Islam di Indonesia disebut juga sebagai Islam Nusantara, karena menawarkan sebuah penilaian yang lebih berimbang terhadap sejarah intelektual dan kultural Indonesia. Michael Laffan juga telah menyusuri bagaimana citra populer mengenai Islam Indonesia yang dibentuk oleh berbagai perjumpaan antara para cendekiawan kolonial Belanda dan para pemikir Islam reformis.

Tak berhenti sampai di situ, Laffan juga menyuguhkan peran-peran tradisi Cina, India, dan Eropa selain Arab yang telah saling berinteraksi sejak awal masuknya Islam. Hasil perkawinan lintas budaya dan intelektualitas inilah yang kemudian melahirkan Islam Nusantara yang khas bagi bangsa Indonesia.

Hingga saat ini, warga keturunan Arab menjadi salah satu komunitas yang banyak tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, budaya yang mereka bawa pun sudah terakulturasi (tercampur), dan ikut memperkaya budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Tidak hanya dari tatanan hidup, tapi juga seni, kuliner serta carai berpakaian. Yang semua itu dipengaruhi oleh unsur ajaran agama Islam yang mereka bawa.

Misalnya saja beberapa budaya akulturasi Arab keturunan yang saat bisa kita jumpai di Indonesia, antara lain; musik zapin, gambus, gamis dan sorban, serta gaya bahasa. Seni budaya ini berkembang pesat dan saat ini menjadi hasanah kekayaan budaya Indonesia seiring dengan sejarah kebangkitan nasional.

Sehubungan dengan hari kebangkitan nasional, kita tidak saja bisa memaknainya sebagai era dimana bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan naisonalisme untuk menuju dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ketika itu, tetapi melainkan era dimana bangkitnya semangat baru kebangsaan yang tidak terlepas dari sejarah budaya dan perkembangan Islam di Indonesia.

Kita harus ingat bahwa sejarah kebangkitan nasional sebenarnya berawal dari berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam dan disertai dengan masuknya ragam seni budaya yang kini menjadi landasan filosofi bagi bangkitnya kebudayaan nasional Indonesia modern.

Dalam momentum ini, penuh harapan agar Islam Nusantara dapat menjadi panutan dalam mengawal keberagaman dan NKRI. Sebagai ungkapan penutup bahwa “setegak apa negeri ini bangkit, setegak hasrat semangatmu tak mampu tergoyah tuk meng-Indonesia”. Selamat hari lahir, Boedi Oetomo. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun 2018 !.

Abdul Rivai Ras
Founder BRORIVAI CENTER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam