iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Branding Ujian Sekolah Masih Diperlukan oleh : Kamaruddin, S.Pd.I.,M.Pd

waktu baca 7 menit
Kamaruddin,S.Pd.I, M.Pd

Penilaian adalah kemestian yang mengiringi sebuah proses, untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran secara khusus dan tujuan pendidikan pada umumnya. Maka ujian memuncaki proses penilaian pada setiap jenjang pendidikan meski dengan nama yang sedikit berbeda namun pada hakikatnya isinya sama: ujian. Dulu, namanya Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional), kemudian berganti menjadi UAN (Ujian Akhir Nasional). Dari UAN mengalami sedikit perubahan dengan menghilangkan huruf “A” dinamainya UN (Ujian Nasional). Kemudian dalam rangka merespon perkembangan teknologi yang menyentuh hampir semua ranah kehidupan mau tak mau dunia pendidikan ikut beradaptasi yang selama ini peserta didik Ujian Nasional dengan menggunakan kertas dan pensil yang dinamainya UNBKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil) selanjutnya menjadi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Di tingkat nasional, ada namanya UN, pada level sekolah juga ada ujian berstandar nasional, disebutnya Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), pada skala satuan pendidikan terdapat Ujian Sekolah (US). Setiap akhir semester ada namanya Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk semester ganjil dan pada semester genap dinamainya PAT (Penilaian Akhir Tahun), sementara pada pertengahan semester berjalan ada namanya Penilaian Tengah Semester (PTS). Sedangkan untuk mengukur pencapaian setiap Kompetensi Dasar (KD) ada namanya Penilaian Harian (PH).

Tahun 2020, UN sudah berhenti bermetamorfosis. Pasalnya, Nadiem Makarim selaku Mendikbud RI telah resmi menghapus UN karena menurutnya UN hanya mampu mengukur level kognitif semata, dan tidak mampu menyelami kualitas karakter peserta didik yang malah eksistensi dan perannya sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa. Tahun 2021 ini, bukan hanya UN atau UNBK yang tidak ada, tetapi USBN juga tinggal kenangan. Ujian yang ada bumbu “Nasional”nya sepertinya dianggap momok bagi orang tua dan peserta didik di Indonesia.

Spirit merdeka belajar, nampak tergambar pada banyak kebijakan Mas Menteri, yang karib dilabelkan kepada Nadiem Makarim (Mendikbud RI). Di antara kebijakannya adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selembar yang cukup mengagetkan juga kepada sebagian pemangku kebijakan pendidikan. Tak terkecuali kepala sekolah dan pengawas yang menjadi supervisor administrasi pembelajaran bagi guru. Ada yang merespon positif dan memberikan kemudahan kepada guru, namun tak sedikit pula yang tetap mempertahankan model lama. Pasalnya, surat edaran Mendikbud juga terkadang dimultitafsirkan dengan kalimat, “boleh menggunakan RPP selembar, boleh juga menggunakan RPP model lama.” Kata “boleh” inilah yang terkadang ambigu dalam penerapan sebuah kebijakan.

Tahun 2014, masa Anies Baswedan menjadi Mendikbud RI juga pernah menuai pro dan kontra saat mengambil kebijakan penerapan kurikulum di Indonesia antara tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau kembali ke KTSP 2006. Dikatakan bahwa boleh menggunakan di antara keduanya, kepala sekolah boleh memilih kurikulum yang akan diterapkan di satuan pendidikannya masing-masing (baca Permendikbud RI nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013). Setelah Muhajir Efendi menjadi pelanjut mendikbud RI, kebijakan kata “boleh” juga berlanjut bukan hanya dua kurikulum di Indonesia yang berlaku saat itu, tetapi juga penerapan 5 hari sekolah yang mulai berlaku tahun pelajaran 2017/208 (baca Permendikbud RI nomor 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah). Kebijakan tersebut populer dengan istilah full day school. Awalnya, mau diseragamkan, tetapi karena menuai protes juga, sehingga dikeluarkanlah sebuah kebijakan “boleh” lima hari sekolah dan boleh juga enam hari. Akibatnya, sejumlah sekolah di Sulawesi Selatan saja beragam pelaksanaan hari-hari sekolahnya.

Lain Anies, lain Muhajir, lain pula Nadiem Makarim. Selaku pejabat baru, beliau juga ternyata melanjutkan kebijakan “boleh”. Kurikulum 2013 sudah berlaku se-Indonesia, tetapi pelaksanaan lima hari sekolah masih berlanjut. Yang tegas adalah penghapusan UN, “Selamat tinggal UN!” USBN juga yang spiritnya menyejajarkan semua mata pelajaran (Mapel) juga berakhir di lingkup sekolah saja (baca US). Adapun untuk pemetaan nasional dalam mengukur kualitas pendidikan di Indonesia, kini telah berjalan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), dan survei karakter.

Kebijakan yang berbaju “boleh” sempat menjadi sorotan di awal tahun 2021 dari Nadiem adalah mengenai pelaksanaan Ujian Sekolah. Termaktub dalam Surat Edaran Mendikbud no. 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 bahwa pelaksanaan Ujian Sekolah itu ada 4 pilihan, yaitu: (1) portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. Baik itu penghargaan, hasil perlombaan, dan lain sebagainya, (2) penugasan, (3) tes secara luring atau daring, dan (4) bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendiidkan. Itulah pilihan alternatif penilaian yang dapat memudahkan peserta didik menuntaskannya di era new normal ini.

Efek dari aturan tersebut, beragam respon muncul. Diantaranya adalah di tingkat SMA dan SMK, pelaksanaan US dilaksanakan berdasarkan Juknis yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan provinsi, satu diantara isinya adalah waktu pelaksanaannya dilaksanakan secara serentak. Namun, di tingkat sekolah yang ada di daerah, ternyata pelaksanaannya tidak seragam waktunya. Terdapat sekolah yang melaksanakan ujian tes tulis dengan online menggunakan aplikasi tertentu, seperti quipper school, google classroom, goole form dan lainnya, dan terdapat pula sekolah yang berbasis kertas dengan pola tatap muka terbatas; peserta didik datang ke sekolah dengan sistem ganjil-genap (menggunakan nomor urut absen) untuk pemenuhan 50% jumlah peserta didik yang boleh berada di lingkungan sekolah sesuai standar protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan pintu ”boleh,” penilaian tes tulis atau penugasan, maka banyak sekolah lebih memilih penugasan sebagai instrumen penilaian akhir sekolah. Bahkan pada awal tahun 2021 di Kabupaten Bantaeng, beredar info di kalangan perbincangan MGMP PAI (Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam) SMA Kabupaten Bantaeng bahwa di SMK nilai US diambil dari penugasan saja. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan banyaknya masukan dari kalangan guru dan pemerhati pendidikan, US baik di SMA maupun SMK di Kabupaten Bantaeng semuanya adalah tes tulis, hanya saja waktunya yang tidak bersamaan, khususnya jadwal mapel yang adaptif normatif atau kategori mapel Wajib dalam Kurikum 2013 seperti Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. SMK di Kabupaten Bantaeng sudah dimulai sejak tanggal 15 Maret 2021, sedangkan di SMA akan berlangsung pada 1 – 10 April 2021.

Ujian atau Penugasan?
Penulis sendiri yang kesehariannya sebagai pendidik di salah satu sekolah tingkat SMA di Kabupaten Bantaeng, dan juga ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Bantaeng (2013-sekarang) dalam banyak kesempatan baik Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat provinsi maupun Rakor di tingkat kabupaten, bahkan rapat di sekolah konsisten mengusulkan agar ujian dengan tes tulis tetap dilaksanakan. Di antara alasannya: Pertama, ikhtiar menumbuh kembangkan peserta didik di lingkungan sekolah, peserta didik tidak boleh dimanjakan. Kedua, efisiensi; kemungkinan ada peserta didik yang mendapat tugas dari gurunya yang hanya seribu rupiah saja, bahkan tak berbiaya. Akan tetapi tidak dapat dijamin kalau ada guru mata pelajaran tertentu yang bahkan beratus ribu biayanya (ongkos foto copy, sewa mobil, sewa alat, karena diharuskan menyetor ke guru yang bersangkutan, biaya pembeli kuota internet, dan lain sebagainya). Ketiga, waktu pelaksanaan dan pengumpulan nilai akan lebih cepat dan relatif lebih terkontrol jika nilai US dengan tes tulis. Keempat, keterlibatan sekolah akan lebih dinamis karena tidak semua guru mengampu di kelas XII, sehingga memungkinkan pembagian kerja untuk terbentuknya panitia kerja di sekolah yang dapat didanai oleh BOS (Biaya Operasional Sekolah), dan yang Kelima adalah “branding”.

US Harus di-Branding
Sehebat apapun penilaian guru terhadap peserta didiknya yang hanya berdasar pada tugas terkumpul maka akan ada saja peserta didik terlambat mengumpul tugasnya, bahkan mengabaikannya. Sejumlah alasan akan terurai dari peserta didik bersangkutan tanpa ditanya oleh gurunya. Beruntunglah sekiranya, peserta didik itu lebih awal meminta maaf kepada guru atas keterlambatannya. Tetapi bagaimana dengan peserta didik yang hanya menitip kepada temannya, pengerjaannya bisa saja diserahkan kepada pacarnya di kelas yang berbeda, atau kakak kandungnya yang mungkin ada di kelas lain, entahlah,.

Pengalaman juga membuktikan, selama pembelajaran daring sejak kebijakan BdR (Belajar dari Rumah) dengan menggunakan aplikasi yang berbasis online ataupun dengan tatap muka terbatas masih banyak peserta didik yang malas mengerjakan atau mengumpulkan tugasnya dengan sejumlah alasan.

Alasan lainnya adalah mengenai peristilahan: bahwa yang namanya penugasan itu sudah biasa bagi peserta didik, tetapi kalau disebut ujian, maka peserta didik akan antusias untuk mengerjakannya, semangat belajarnya juga pasti akan berbeda jika hanya diberikan tugas oleh gurunya. Pelabelan kata “Ujian Sekolah” akan memiliki kesakralan tersendiri dalam benak peserta didik, apalagi pihak sekolah terus mem-branding lebih dini mengenai urgensi US itu bagi peserta didik. menjadi akumulasi semua proses akhir penilaian kelas XII di tingkat SMA/SMK sejak ditiadakannya UNBK dan USBN. Bahkan AKM yang sempat diwacanakan sebagai pengganti UNBK kelas XII namun juga dibatalkan. Branding yang melekat pada “Ujian,” tentulah memiliki signifikansi kuat terhadap semangat belajar peserta didik dalam menjalani masa akhir belajarnya di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkembangan Game Penghasil Saldo DANA Kian Meluas Seiring Naiknya Pengguna Smartphone
Penggunaan Game Penghasil Saldo DANA Terus Meningkat Sejalan dengan Pertumbuhan Platform Mobile
Panduan Cepat Mengenali Game Penghasil Saldo DANA yang Sedang Ramai Diperbincangkan
Game Penghasil Saldo DANA Berbasis Reward Harian Makin Dilirik Pengguna Aktif
Platform Reward Digital Ikut Mengangkat Popularitas Game Penghasil Saldo DANA di Indonesia
Cara Mencari Game Penghasil Saldo DANA dengan Reward Harian yang Lagi Viral
Game Penghasil Saldo DANA Terbaru Menjadi Pilihan Hiburan Digital yang Banyak Dicoba
Rekomendasi Game Penghasil Saldo DANA yang Populer di Kalangan Pengguna Android
Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA 2026 Hadir Lewat Program Reward yang Makin Menarik
10 Game Penghasil Saldo DANA dengan Misi Harian yang Banyak Dicari Tahun Ini
Gates of Olympus Pragmatic Play Ramai Dibicarakan Lagi, Pemain Bahas Momen Kemenangan dan Pola Main Favorit 2026
Gates of Olympus 1000 Jadi Sorotan Baru, Komunitas AI Menilai Pola Multiplier Makin Menarik Diamati
Cerita Pemain Santai yang Mampu Menjaga Konsistensi Bermain Melalui Pengamatan Pola Harian
Kisah Komunitas AI Gaming Online yang Mulai Memanfaatkan Data Harian untuk Membaca Perubahan Permainan
Mahjong Ways 2 Kembali Ramai di Media Sosial, Pemain Membahas Kombinasi Simbol yang Sering Terlihat Real-Time
Strategi Anomali Pemain Cermat Mengulas Peluang Blackjack lewat Teknik SV388 dan Analisis RTP Live Pragmatic (Mahjong Wins 3 & Sugar Rush)
Pembacaan Matriks Taktik SV388 untuk Analisis Peluang Blackjack dan Strategi Pola RTP Live Pragmatic Sugar Rush Mahjong Wins 3
Arbitrase Statistik dalam Analisis Peluang Blackjack lewat Taktik RTP Live Sweet Bonanza dan Strategi Mahjong Wins 3 Pragmatic
Eksekusi Strategi Asimetris untuk Membaca Pola RTP Live Starlight Princess melalui Analisis Baccarat dan Teknik Mahjong Ways 2 PGSoft
Sinkronisasi Algoritma Taktik Membaca Pola RTP Live Mahjong Wins 3 lewat Analisis Blackjack dan Teknik Sweet Bonanza Pragmatic
Kredit Dana Spesial Disebut Langsung Masuk Setelah Wild West Gold Pragmatic Play Alami Lonjakan Popularitas
Saldo DANA Ekstra Lewat Pengamatan Visual Reset Meja Wild West Gold, Strategi Pemain Berpengalaman Pragmatic Play
Cuan Tambahan Gratis Diklaim Bisa Diraih, Begini Optimasi Pola Spin 50x Awal Mahjong Ways 2 PGSoft untuk Hasil Stabil
Saldo Rekening Bertambah Tanpa Setoran Lewat Pembacaan Tiga Lapisan Sinyal di Meja Baccarat, Cocok untuk Pemain Analitis
Peluang Uang Tambahan dari Pola Scatter Gates of Olympus, Gabungan Jam Hoki dan Strategi Manajemen Modal
Kredit Keuntungan Instan Dikaitkan dengan Antusiasme Pemain pada John Hunter and the Book of Tut Pragmatic Play Tahun Ini
Bukan Sekadar Hoki, Saldo Dompet Digital Diklaim Cair Lewat Pendekatan Matematis Probabilitas pada Dadu Sicbo Live
Saldo Tambahan Gratis Kian Dicari Saat Queen of Bounty PG Soft Jadi Topik Hangat di Forum
Saldo DANA Cair Cuma-cuma Lewat Analisis Fluktuasi Pola Real-Time di Meja Live Baccarat Provider Evolution
Kesempatan Uang Tambahan dari Pola Scatter Gates of Olympus, Perpaduan Jam Hoki dan Manajemen Modal
Komunitas Mahjong Wins 3 Soroti Daya Tarik dan Tantangan yang Kini Banyak Dibahas
Forum Online Makin Ramai Mengulas Sinergi Algoritma dan Mahjong Ways yang Mulai Terungkap
Daya Tarik dan Tantangan Mahjong Wins 3 Jadi Bahasan Hangat di Kalangan Komunitas
Pengamatan RTP Real Time Hadirkan Sudut Pandang Baru untuk Membaca Performa Digital
Kajian Variabel Acak Modern Mengungkap Pola Tersembunyi yang Bisa Menjaga Konsistensi Hasil
Bagaimana RTP Live Membantu AI Mengenali Pola Aktivitas Digital dengan Lebih Akurat
Sugar Rush Fever Menjadi Fenomena Baru Saat Banyak Pengguna Terkejut Melihat Pergerakannya
Analisis Mahjong Ways dan Mega Baccarat Kini Jadi Perbincangan Hangat di Banyak Forum
Riset Baru Mengulas Kaitan RTP Live dan Akurasi Sistem AI pada Platform Modern
Pemantauan RTP Real Time Membuka Cara Pandang Baru dalam Analisis Performa Digital
Mengenali Karakter Pola Wild Bounty Jadi Langkah Awal Memahami Akurasi RTP Lebih Mendalam
Perubahan Pola Interaksi Digital Makin Terlihat dalam Komunitas Mahjong Ways Modern
Sensor Getar dan Suara Koin Jadi Bahasan, Benarkah Membantu Pengambilan Keputusan?
Pendekatan Bermain Lebih Aman untuk Mahjong Ways Kini Semakin Banyak Diterapkan
Rupiah dan IHSG Serempak Melemah Setelah Pengumuman MSCI, Pengamat Ungkap Pemicunya
Observasi RNG Mengungkap Faktor Tersembunyi yang Memengaruhi Stabilitas Performa
Penelitian Pola Adaptif Terbaru Berfokus Membaca Indikator Pendukung Stabilitas Performa
Analisis RTP Real Time Dinilai Membantu Pengguna Mengevaluasi Performa Secara Lebih Terukur
Review Pengguna Mahjong Ways Mulai Menjadi Rujukan Sebelum Mencoba Platform Digital
Analisis Putaran Awal Berbasis Observasi Mengungkap Karakter Aktivitas yang Lebih Konsisten
Mengenali Karakter Pola Wild Bounty Jadi Strategi Dasar Membaca Akurasi RTP Algoritma
Pengaruh Kebiasaan Spin Olympus Jadi Objek Analisa untuk Menentukan Hasil Evaluasi Permainan
Efek Analisa Mahjong Ways Membuka Peluang Gabungan dari Mega PG Soft Modern
Pendekatan Terstruktur Analisa Mahjong Ways Membuka Peluang Gabungan dari PGSoft Wild Bounty
Fluktuasi RTP Live Mahjong Wins Online Jadi Referensi Analitis untuk Pendekatan Taktik Sic Bo
Kalibrasi Volatilitas Akurat dalam Analisa Peluang Blackjack dan Pola Mahjong Wins 3 Pragmatic Berbasis RTP Live Sweet Bonanza
Audit Algoritma Probabilitas Mengulas Pola Gates of Olympus Teknik Peluang Sicbo dan Strategi RTP Live Mahjong Wild Deluxe
Sinkronisasi Momentum Membaca Pola Starlight Princess Lewat Analisa Taktik Baccarat dan RTP Live Mahjong Ways 2 PGSoft
Analisa Matriks Lintas Platform Mengulas Peluang Blackjack SV388 dan Pola RTP Live Sugar Rush Mahjong Wins 3
Ekosistem Hibrida Analisa Peluang Roulette Mengaitkan Strategi Pola Mahjong Ways 2 PGSoft dan Evaluasi RTP Live Wild Bounty Hunter
Dinamika Perdagangan Komoditas Asia Mulai Menyesuaikan, Simak Analisis Perputaran Saldo di Sugar Rush Pragmatic Play
Prediksi Inflasi Asia Tenggara Kian Memanas, Pengamat Bandingkan Risiko Modal dengan Mekanisme Zeus vs Hades Pragmatic Play
Ekspektasi Dividen Akhir Tahun Melemah, Investor Ritel Mulai Melirik Perputaran Sistemis Gatot Kaca Fury Pragmatic Play
Fenomena Pergeseran Portofolio Gen Z Asia: Dari Saham Blue Chip Menuju Strategi Pola Sweet Bonanza Pragmatic Play
Laporan Kinerja Kuartal Bursa Saham Singapura Mencatat Rekor Baru Lewat Distribusi Global Mahjong Wins 3 PG Soft
Spekulasi Akuisisi Saham Regional: Mengapa Performa Slot Starlight Princess Pragmatic Play Mampu Menarik Investor Makro?
Evolusi Arus Kas Makro di Asia Timur Hadirkan Paradigma Baru untuk Memahami Fitur Spaceman Pragmatic Play
Lesunya Sektor Properti China Mendorong Arus Pengguna Baru pada Simulasi Floating Dragon Pragmatic Play
Korelasi Tak Terduga antara Indeks Saham Gabungan Shanghai dan Jam Ramai Pemain Lucky Neko PG Soft
Konsistensi dan Probabilitas Fitur Scatter Mahjong Ways 2 Membuka Peluang Menang Besar bagi Pemain
Kajian Kritis Volatilitas Mahjong Ways 2 dalam Menguatkan Strategi Manajemen Risiko Permainan Digital Modern
Pendekatan Edukatif Membaca Algoritma Pengacak Angka Game Online untuk Membangun Kesadaran Logis Pemain Modern
Memahami Return To Player Secara Ilmiah sebagai Indikator Penting Transparansi Sistem Permainan Digital
Dekonstruksi Desain Antarmuka Game Digital dan Dampaknya terhadap Durasi Retensi Pemain Global
Analisis Struktur Algoritma Tersembunyi yang Mengatur Frekuensi Munculnya Fitur Bonus pada Game Digital Modern
Evaluasi Kritis Fenomena Pola Prediksi yang Diklaim Akurat oleh Oknum Komunitas Permainan Digital
Tinjauan Kritis Mengenai Mitos Jam Gacor yang Ramai Beredar di Komunitas Pengguna Game Online Aktif
Mengapa Probabilitas Independen Membuat Setiap Putaran Mahjong Ways 2 Tidak Saling Memengaruhi
Dampak Kecepatan Internet terhadap Sinkronisasi Server dan Ketepatan Visual Game Online di Indonesia
Bagaimana Pemahaman Fitur Paylines Membantu Mengoptimalkan Keputusan di Game Online Terkini