iklan banner pemrov sulsel
Berita Terbaru

Bersama Komisi V DPR RI, Kementerian PU Bahas Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2025 dan Rencana Program TA 2026

waktu baca 4 menit
Dody Hanggodo (tengah) Menteri Pekerjaan Umum ||birokomunikasipublikkemenpu

3.    Ditjen Cipta Karya: berupa pembangunan dan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 918 liter per detik, perluasan layanan SPAM berupa 49.640 sambungan rumah, pembangunan sistem pengelolaan air limbah untuk 115.750 kepala keluarga, dan penyediaan fasilitas pengelolaan persampahan berkapasitas 498 ton per hari.

4.    Ditjen Prasarana Strategis: berupa pembangunan 104 Unit Sekolah Rakyat, 1.000 Unit Madrasah, 7 Unit Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Keagamaan.

Selain itu, Kementerian PU juga berkomitmen melanjutkan program prioritas sesuai amanat Instruksi Presiden (Inpres), baik di bidang Penanganan Irigasi Daerah, Penanganan Jalan Daerah, Rehabilitasi Madrasah, dan Pembangunan Sekolah Rakyat. Pelaksanaan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) seperti P3TGAI, PAMSIMAS, PISEW, dan TPS3R juga akan dilanjutkan.

Dalam Raker tersebut, Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi V, Lasarus, memberikan sejumlah catatan dan arahan. Komisi V menyetujui usulan pergeseran anggaran antarprogram dan antarsatuan kerja eselon I, percepatan pelaksanaan pinjaman luar negeri maupun dalam negeri, serta pembukaan blokir anggaran Kementerian PU TA 2025.

Komisi V DPR RI juga meminta Kementerian PU untuk mempercepat realisasi capaian serapan APBN 2025, yang per saat ini tercatat 59,06% untuk realisasi keuangan dan 61,54% untuk realisasi fisik.

Arahan tambahan dari Komisi V meliputi percepatan proses lelang Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk kegiatan TA 2026, peningkatan keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek bersumber APBN, percepatan penyelesaian jaringan irigasi dari bendungan yang sudah terbangun, optimalisasi koordinasi dengan Kementerian Keuangan, serta perhatian khusus terhadap pemerataan alokasi anggaran antarwilayah.

“Terima kasih untuk jajaran Kementerian PU, mohon untuk mengakomodir masukan dan saran dari anggota Komisi V DPR RI. Namun tetap memperhatikan readiness criteria dan kemampuan fiskal. Di era kepemimpinan Menteri Dody, mohon pemerataan antarwilayah menjadi isu utama untuk mengatasi kesenjangan. Infrastruktur yang perlu kita kejar terutama di luar pulau Jawa sebagai pusat sumber daya alam, namun di pulau Jawa juga tidak kalah penting karena pergerakan ekonomi juga masif,” pesan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.

Menanggapi masukan tersebut, Menteri Dody menekankan pentingnya percepatan di berbagai proses teknis untuk menjaga ritme pelaksanaan anggaran. “Kami tengah melakukan percepatan penyediaan barang dan jasa serta upaya percepatan lainnya. Kami sangat mengharapkan dukungan pimpinan dan anggota Komisi V, termasuk terkait pembahasan Inpres Jalan Daerah dan Inpres Irigasi. Kami mencatat pada hari ini ada 28 masukan dari Anggota Dewan. Tentu akan kami tindaklanjuti secara tertulis dalam waktu singkat agar bisa memberikan jawaban yang komprehensif dan menyeluruh,” ujar Menteri Dody.

Menutup rapat, Menteri Dody menyampaikan apresiasi atas evaluasi dan masukan dari legislatif. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua, dan segenap Anggota Komisi V DPR RI atas masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran 2025 serta rencana program 2026. Kami memahami dinamika yang mempengaruhi kinerja anggaran, namun kami tetap berkomitmen menjalankan seluruh program secara efektif. Seluruh saran konstruktif akan kami tindak lanjuti demi mewujudkan pembangunan infrastruktur yang adil dan berkelanjutan,” ungkap Menteri Dody.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777