Sajak-sajak Rifqi Hanif
Air Mata Langit
Air mata tuhan mengalir berbirit
Melewati kias langit dalam hujan
Terbuai lantunan selongsong peluru berhamburan
“Tuhan kenapa dikau, tuhan !”
Seruku dalam angan yang mengembara
Tercecer darah berserakan
Kepada dahaga yang terhisap bumi
Banyumas, 02 Maret 2017
Amin
Hilang keraguan dalam batin
Yang terpupuk bingkai kalam ilahi
Sendiri tanpa mengerti
Akan pasti yang menghadang didepan
Goresan api memucat
Membarakan lembaran takdir yang sedang berkobar
Hanya seucuk pinta dalam kecap”Amin”
Tuk memadam cemooh yang bersahutan
Banyumas, 02 Maret 2017
Sapa Matahari
Tiupan angin menjajal
Teka-teki kata
yang mengendap-endap diantara ilalang
Di lidah yang hampa bersandar rasa
Akan kecapan semu sapa matahari
Terbengkalai dalam lautan
Terhenti di satu muara akhir telaga ini
Banyumas, 02 Maret 2017
Gema Hari Ini
Langit biru membentang angksa
Membawa senyum yang terpatri di lesung pipi
Tuhan mohon jangan kau akhirkan cahaya ini
Hentikan detikan yang berjalan
Menyeliputi gema alur kisahku kini
Banyumas, 02 Maret 2017
Biodata penulis
Rifqi Hanif, Mahasiswa IAIN PURWOKERTO ini kembali menyairkan sajaknya kembali. Terinspirasi dengan pagi hari yang cerah dan sejuta keindahan yang terhapar pada waktu matahari menjajakkan langitnya di bumi pertiwi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan