Makassar, suaralidik.com – Sekitar 10 hari yang lalu sebelum PSBB kota Makassar diterapkan , Seorang Ibu lansia asal kabupaten Sinjai bernama A.Hawiah (64) didatangi seorang laki-laki mengatasnamakan dirinya salah satu Tim Relawan Covid-19 dari Kabupaten Sinjai.
Di depan A.Hawiah, lelaki itu mengaku diutus khusus oleh Bupati Sinjai untuk melakukan pendataan terhadap warga asal Sinjai yang tinggal di kota Makassar dan terdampak pandemi covid-19.
Sekitar pukul 22.00 wita, usai melakukan pendataan dengan meminta identitas, Oknum kemudian meminta uang transport kepada A.Hawiah.
A.Hawiah seorang janda tua yang tinggal bersama kedua anaknya itu hanya berprofesi sebagai guru ngaji di rumahnya. Selain itu Ia hanya berjualan kripik dan cemilan di warung kecilnya.
A.Hawiah yang bermukim di jalan Naja Dg.Nai lr.3 kecamatan Tallo, Rappokalling kota Makassar akhirnya memberikan uang transport kepada oknum yang mengaku tim relawan covid-19 dari Sinjai itu.
Selain itu, tentangga A.Hawiah bernama Dg.Kebo (67) juga juga menyerahkan uang transport kepada lelaki itu.
Merasa ditipu oleh oknum laki-laki yang mengaku Tim Relawan Covid-19 Sinjai, A.Hawiah kemudian mencari informasi dan mengadukan hal ini kepada aktivis Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (Lidik Pro) DPD kota Makassar bernama Andi Tenri.
” Ada orang yang datang ke rumah minta surat-surat atau identitas diri saya dan katanya dia adalah salah satu petugas relawan covid-19 yang diutus oleh Bupati Sinjai untuk mendata warga sinjai yang tinggal di kota Makassar untuk diberikan bantuan sosial berupa sembako dan uang,” cerita A.Hawiah di depan Andi Tenri pada Senin (27/4/2020).
Alasan A.Hawiah bersama Dg.Kebo memberikan uang transport kepada lelaki itu lantaran dijanji bantuan sembako dan uang tunai dari pemerintah kabupaten Sinjai. Selain itu, uang transport juga akan dikembalikan saat lelaki itu datang membawah bantuan yang dimaksud.
“Orang itu minta juga uang kepada saya dan tetangga saya atas nama Dg.Kebo sebesar Rp 60.000, dengan alasan biaya trangsportasinya, dan Ia berjanji akan mengembalikan uang tersebut jika dia sudah datang membawa bantuan tersebut, namun saya hanya kasih dia uang Rp 30.000 karena hanya itu uang saya dan tetangga saya Dg.Kebo memberinya Rp 50.000,” lanjutnya.
Saat itu, A.Hawiah sempat meminta identitas lelaki itu namun Ia beralasan lupa dibawahnya.
” kemudian saya minta identitas orang itu serta namanya, namun ia enggang menyebutkannya dan alasannya identitasnya lupa dia bawa,” jelas A.Hawiah.
Namun demikian, A.Hawiah menyebutkan kalau lelaki yang mengaku Tim relawan Covid-19 dari Sinjai itu memiliki ciri Tinggi kurus, kulit putih dengan rambut hitam lurus.
Usai menyimak pengaduan A.Hawiah, Pengurus Lidik Pro DPD Kota Makassar Andi Tenri tampak geram dan akan berupaya mencari tau oknum lelaki yang mengaku tim relawan covid-19 dari Sinjai itu.
Andi Tenri bahkan sudah melakukan koordinasi dengan pengurus Lidik Pro di Kabupaten Sinjai untuk mencari informasi seputar oknum yang mengaku dari Tim Relawan Covid-19 itu.
“Bagaimana mungkin tidak ada dana transport untuk Tim Relawan Covid-19, Realokasi ABPD saja sampai miliaran rupiah masa uang transport saja tidak ada. Harapan saya kepada pemerintah dan Lsm Lidik Pro agar dapat mencari tau oknum tersebut dengan ciri-ciri yang disebutkan A.Hawiah,” harapnya.
Selain itu, A.Tenri mengatakan kepada A.Hawiah, “Akan selalu siap menjadi jembatan bagi masyarakat kecil yang tidak mendapat perlakuan secara adil, Kami ada untuk mereka, bukan untuk penguasa, Maka dari itu bagi warga khususnya yang ada di kota Makassar, jangan takut menyuarakan kebenaran, bantu Kami mempersempit ruang gerak oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan di tengah pandemi virus covid 19,” tegas Andi Tenri.
Sebelumnya diberitakan kalau Pemerintah Kabupaten Sinjai telah mendata jumlah warga Sinjai yang berada di kota Makassar
Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan pendataan ini dilakukan untuk memastikan warga Sinjai yang berada di Makassar pada saat penerapan PSBB nanti dalam keadaan baik.
” Kami sudah mendata jumlah warga Sinjai yang berada di Makassar saat ini melalui Kesbangpol, apalagi dalam waktu dekat akan diterapkan PSBB disana dan kami berencana akan memberikan bantuan sembako kepada mereka,”kata Bupati Andi Seto dalam rilisnya Minggu (19/4/2020) lalu. (*A.Basri)









