Peternakan Belanda Diperintahkan Memusnakan 10.000 Mink Atas Resiko Virus Corona
Dunia – Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap adanya seekor mink yang mempunyai kemungkinan menyebarkan Covid-19 kepada manusia.
Mink adalah mamalia genus Neovison dan Mustela yang merupakan bagian dari keluarga Mustelidae (berang-berang dan musang) yang banyak ditemukan di benua Amerika dan Eropa.
Otoritas Belanda meyakini, mink dapat menginfeksi manusia dengan Covid-19, dan sedang melembagakan pengujian wajib di semua peternakan mink di Belanda.
Peternakan di Belanda telah memulai pemusnahan mink dengan alasan kekhawatiran hewan yang terinfeksi virus corona itu dapat menularkannya ke manusia.
Sebelumnya Mink yang terinfeksi telah ditemukan di 10 peternakan Belanda, di mana hewan-hewan itu dibiakkan untuk bulunya, menurut Food & Wares Authority di negara itu.
“Semua peternakan penangkaran mink yang ada infeksi akan dibersihkan, dan peternakan di mana tidak ada infeksi tidak akan ada,” kata juru bicara Frederique Hermie.
Pemerintah memerintahkan pemusnahan 10.000 mink pada hari Rabu setelah menentukan bahwa pertanian yang terkena dampak dapat bertindak sebagai reservoir penyakit jangka panjang.
Mink di Belanda pertama kali terinfeksi oleh penangannya pada bulan April. Pemerintah mengidentifikasi dua kasus di mana manusia telah terinfeksi oleh hewan yang sakit pada Mei, satu-satunya penularan dari hewan ke manusia yang dikenal sejak wabah global dimulai di Cina.
Pemusnahan melibatkan pekerja pertanian dalam pakaian pelindung menggunakan gas pada ibu dan anak-anak mink. Mayat akan dikirim ke pabrik pembuangan dan peternakan akan didesinfeksi.
“Kami menyerukan kepada 24 negara di seluruh dunia yang masih memungkinkan pertanian bulu untuk dengan sangat cepat mengevaluasi situasi dan bukti yang keluar dari Belanda ,” kata Clair Bass, direktur eksekutif Humane Society International dikutip dari The Guardian
Kelompok itu mengatakan Cina, Denmark dan Polandia adalah produsen bulu terbesar, dengan 60 juta tewas setiap tahun.
Menurut Federasi Pelt Farmers Belanda ada 140 peternakan bulu di Belanda, mengekspor € 90m (£ 80m) bulu setahun.
Juru Bicara Wim Verhagen mengatakan pemusnahan itu sangat sulit bagi petani untuk menerimanya karena beberapa hewan yang terinfeksi menunjukkan tanda-tanda penyakit yang terlihat. Pemerintah memberi kompensasi kepada petani yang terkena dampak.









