iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Prof. Hafid Abbas, Orang Bugis Punya Jejak Menyelamatkan Negeri Ini

waktu baca 4 menit
Prof. Hafid Abbas, Mantan Direktur Jenderal HAM Kementerian Hukum

Loading

SUARALIDIK.COM – Kamis malam, 9 Mei 2020 bertepatan 16 Ramadan 1441 Hijriah, Departemen Kerohanian Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) kembali mengadakan kuliah online Ramadan, menghadirkan narasumber Prof. Hafid Abbas, Mantan Direktur Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM dan Komisioner dan Ketua Komnas HAM RI. Prof. Hafid adalah guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang kini dipercaya sebagai Ketua Senat UNJ.

Hafid mengawali tuturan Ramadannya dengan mengajak Pengurus dan Warga KKSS dari berbagai wilayah dari dalam dan luar negeri yang mengikuti kuliah daringnya. “Kita patut bersyukur karena malam ini bisa bertatap muka dan bersilaturahmi. Kita menyaksikan seluruh penduduk dunia menghadapi satu masalah besar bernama pandemi virus Corona”.

Karena itu, saya ingin berbagi tips menghadapi situasi krisis global saat ini dengan mengajak warga KKSS menengok ke bekalang, berefleksi melihat jejak orang-orang Bugis-Makassar di Republik ini. Sekitar 22 tahun lampau, ketika kita mengalami perubahan, dari era Orde Baru ke era Reformasi; atau dari sistem pemerintahan otoritarian ke demokrasi; atau dari sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi atau otonomi daerah, lanjut Hafid.

Lebih lanjut dikemukakan bahwa kelihatannya tidak ada negara di dunia yang selamat dengan perubahan yang amat ekstrim seperti itu. Uni Soviet saja sebagai negara adidaya secara ekonomi, militer dan politik, tapi dengan menerapkan glasnost (keterbukaan) dan perestorika (restrukturisasi) dari sistem politik dan ekonomi yang tersentralisasi ke sistem desentralisasi, negara ini mengalami disintegrasi dan akhirnya hilang dari peta dunia. Demikian juga Yugoslavia yang kini telah pecah menjadi enam keping negara karena melakukan perubahan seperti yang dilakukan Indonesia.

Pertanyaannya, mengapa Indonesia selamat dari perubahan besar di 1998 itu. Kelihatannya, karena tiba-tiba yang menjadi penentu kebijakan dari perubahan besar di masa krisis luar biasa itu adalah para tokoh dari Bugis-Makassar. Lihatlah peran B J Habibie aebagai Presiden RI menggantikan Presiden Soeharto, lihatlah peran Tanri Abeng, yang menyelamatkan seluruh BUMN; Jenderal M. Yunus Yospiah, Menteri Penerangan, yang membuka kran kebebasan pers, Andi M. Ghalib yang memimpin Kejaksaan Agung, Prof Ryaas Rasyid yang telah meletakkan dasar sistem pemerintahan desentralistik dan lain-lain. Di awal reformasi kita juga melihat Jusuf Kalla sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian di era Presiden Gusdur, ada Baharuddin Lopa yang memimpin Kementerian Kehakiman, Alwi Shihab sebagai Menlu, dsb.

Jika kita menilik, apa modal utama putra-puta Bugis sehingga sukses mengawal perubahan transisi politik dan kepemimpinan di negeri ini? Karena mereka memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni (macca); berani (warani), melempu (jujur), dan getteng (memiliki komitmen). Kita ini perantau, ada dimana-mana, di berbagai belahan benua, dan memiliki komitmen untuk menjaga kebhinekaan dan membangun pangadereng (peradaban), lanjut Hafid.

Selain itu, warga Bugis-Makassar yang dikenal sebagai pelaut ulung, mengembara ke berbagai belahan dunia, terikat nilai: tega sanre lopimmu, kosikotu taro sengereng”, dimanapun perahamu bersandar, maka di situlah engkau menyimpan kenangan abadi (legacy). Mereka dimanapun berada tetap menjunjung tinggi dan menjaga pangadereng, dan bersikap: mantanre tenricongari; mapance’ tenricukuki; battua temmallinrungi; baiccu tenrilinrungi. Prinsip-prinsip hidup seperti ini perlu terus dirawat. Itu adalah pegangan kita dalam menghadapi perubahan iklim seperti pandemi Korona itu, lanjut Hafid.

Hafid kemudian meringkas empat poin kuliahnya; (i) beberapa bangsa telah hancur ketika mengalami transisi politik dan pemerintahan tapi Indonesia selamat karena jasa putra-putra Bugis-Makassar; (ii) kita perlu menjaga nilai-nilai pengadereng kita yang terkenal empa’ sulapa (empat sudut pandang): macca, warani, magetteng, sugi (cerdas, berani, konsisten, dan kaya/mandiri); (iii) nilai-nilai warisan Bugis-Makassar itu selalu aktual dan dapat menjadi perekat emosi sosial (ukhuwah) di antara kita khususnya dan antar-sesama anak bangsa; dan (iv) seperangkat pangadereng itu selalu terjaga dan abadi, serta indah jika dihayati dan dipraktikkan dalam bermasyarakat.

Sebelum kuliah online dimulai, Bapak Muchlis Patahna, Ketua Umum BPP KKSS memberi pengantar dan ucapan terima kasih, terutama kepada Bapak Prof. Hafid Abbas, salah satu cendekiawan (to accana) KKSS yang telah go internasional dan bersedia berbagi hasil pembacaan dan pengalaman kepada Pengurus dan Warga KKSS. “Ini adalah berkah Ramadan, kata Muchlis Patahna”. Kuliah ini juga diselingi dialog interaktif atau tanya jawab beberapa peserta dengan Prof. Hafid, dimoderatori oleh Prof. Dr. Awaluddin Tjalla dan sebagai host, Dr. Abdul Muid Nawawi. (M. Saleh Mude).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam