JKMM Minta Pemkab Bantaeng Berlaku Adil Terhadap Warganya Khusunya Buat PKL, Sopir, Buruh Bangunan dan Penyanyi
Bantaeng, suaralidik.com – Pengurus Jaringan Kepedulian Masyarakat Miskin (JKMM) Nurwahidah meminta kepada pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk memperhatikan dan memberikan bantuan kepada para Pedagang Kaki Lima, Penyanyi dan Sopir Angkot, Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan para pengurus JKMM di Dusun Palanjong Desa Tombolo, Minggu (12/4/20)
“Saat ini, kita harus mendesak Pemerintah Kabupaten Agar berlaku adil terhadap kita semua, jangan cuma yang terdata dalam BDT saja yang terus dikasi bantuan sementara kita kita semua ini termasuk PKL, Penyanyi, Sopir Angkot, Buruh Bangunan Yang sudah tidak beraktifitas lagi malah diabaikan”. Ungkap Nurwahida
Pertemuan dilakukan oleh para pengurus JKMM guna mengaktifkan kembali Organisasi JKMM yang sempat vakum selama 2 tahun terakhir.
Ketua JKMM Rusdi, mengatakan bahwa saat ini kita perlu bersatu untuk membantu pemerintah dalam mengidentifikasi warga yang terkena dampak pandemi Covid-19, seperti mereka yang berprofesi sebagai Sopir Angkot, Buruh Bangunan, Penyanyi, dan pedagang Kaki Lima di Pasar”. Ucap Rusdi
Sekarang Pemerintah tidak boleh hanya mengacu kepada data Warga Miskin yang selama ini mendapat Bantuan PKH dan Bantuan lainnya, karena banyak warga kurang mampu tidak terdata dalam Basis Data Terpadu (BDT)”. Tambahnya
Beberapa bulan terakhir, pemerintah gencar mengucurkan bantuan bagi warga miskin, termasuk tagihan listrik, tetapi kebijakan itu justru dinilai tidak adil dan bahkan disorot oleh kalangan aktivis
Menurut salah seorang pemuda Bantaeng, Muhammad Darwis mengatakan, Pemerintah selama ini hanya memperhatikan mereka yang terdata dalam BDT, atau penerima PKH saja, sementara banyak warga kurang mampu justru tidak mendapatkan perhatian, olehnya itu perlu adanya lembaga independen yang menjadi penyalur Bantuan kepada warga masyarakat, agar pembagian bantuan itu adil”. Ucapnya
(Risal)








