iklan banner pemrov sulsel
Banner PDAM Makassar

Opini Seorang Pemuda Sinjai Borong Terhadap Dampak Covid-19

waktu baca 3 menit
Muh Mansur Pemuda Sinjai Borong

Saat ini penyebaran virus covid-19 sebagai wabah penyakit bisa di kata menduduki perinkat pertama sebagai hal yang paling ditakuti di berbagai kalangan manusia.

Sehingga dengannya, banyak kebijakan atau pun aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah guna menekan penyebaran covid-19 tersebut secara signifikan baik pemerintah di tingkat pusat, wilayah, daerah hingga tingkat keluarahan atau desa.

Salah satu bentuk kebijakan dalam sentra adalah social distancing dicetuskan sebagai sebuah cara menekan penyebaran virus corona dengan jarak fisik 1-2 meter satu sama lainnya.

Akan tetapi, sebelum jauh masuk kedalam rana praktik social distancing yang berwujud dengan berhatstag “di rumah ajah” dan lainya, kita mesti melihat apa dampak yang akan terjadi di balik social distancing termasuk pada sektor ekonomi.

Covid-19 dengan kebijakan pemerintah sebagaimana kita ketahui social distancing, tentu menghendaki adanya sebuah pembatasan terhadap aktifitas masyarakat. Hal ini menyebabkan, hampir semua sektor ekonomo berubah.

Misanya di sektor produksi mengalami penurunan kualitas produksinya barang dan jasa, dimana hal ini terjadi sebab tenaga kerja yang harus bekerja dari rumah, juga karena demand (permintaan) yang berubah dari masyarakat itu sendiri.

Begitu pun di sektor produksi yang juga terkendala, dimana terjadi pembatasan arus manusia yang keluar masuk dan kedalam negri, juga antar daerah. terlebih dari sektor komsumsi, di karenakan banyak barang dan jasa yang akhirnya tidak di minati masyarakat. Kecuali di bidang sektor pangan dan sektor kesehatan yang melonjak drastis.

Hal tersebut tentu mempunyai efek yang menghantam beberapa kalangan. yang pertama kalanga miskin, yang secara jelas akan terkena imbasnya paling parah. Kedua adalah kalangan menegah yang dimana akan rentang juga menjadi miskin ketika sumber penghasilan mereka hilang. Sedankan di kalangan atas, tentunya cenderung aman sebab mereka bertahan hingga dalam situasi kerisis ini selama berbulan bulan.

Disini dapat kita lihat bahwa covid-19 ini semakin menunjukkan jurang antar yang tajam di golongan masyarakat. Juga akan nampak jelas bahwa ketika arus ekonomo berhenti, maka hanya segelintir orang dengan kemampuan ekonomo kuat yang dapat bertahan.

Sehingga yang paling kena imbasnya adalah UMKM dan usaha jasa, setelah itu di susul oleh tenaga buruh yang terancam di pecat. ini dampak yang terjadi pada kehidupan masyarakat yang secara real.

Kebijakan ekonomi

Sialnya, sebelum covid-19 masuk di indonesia, para pejabat istana tidak mendengarkan anjuran ilmuan medis untuk menutup dan membatasi arus WNA yang masuk ke indonesia. Akan terapi, justru menghadirkan beberapa kebijakan yang sifatnya kontradiktif. Seperti memberikan insentif bagi pariwisata dan pemberian diskon harga tiket Pesawat, serta kebijakan-kebijakan lainya yang ujung ujunya adalah uang masuk.

Selain itu, Setelah virus corona masuk, pemerintah jelas nampak menunjukkan ketidaksiapan dalam menghadapi persoalan yang serius tersebut. Akibatnya, teerjadi kepanikan terhadap masyarakat setelah mendapati informasi tentang bahaya dan dampak virus corona (covid-19) itu.

Kepanikan mendorong pembelian bahan pokok dan Alat Perlindungan Diri (APD) dalam skala besar ( panic buying ) yang menimbulkan ketidakstabilan harga terjadilah inflasi.

Tidak sedikit oknum melakukan penimbunan APD untuk meraut keuntungan di tengah dampak pandemi coid-19. Kebutuhan pokok masyarakat mulai tersendak dan sudah mulai kesenjangan antara pedagang kecil dan besar.

Universal basic income (UBI)

UBI ini bisa mengatasi dan di dasari tiga arah;

  1. masalah kemiskinan, membantu orang orang miskin untuk bisa berahan hidup dengan layak.
  2. Masalah revolusi industri 04, memberi jalan keluar jika banyak kelas sosial
  3. Masalah linkungan, membuat linkunga agar bisa lebih terjaga, UBI ini sulit di terimah karna menuai banyak perdebatan.

Penulis: Muh Mansur Pemuda Sinjai Borong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *