iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Gempa M 5,8 Baru Saja Guncang Kabupaten Sigi, Guncangan Terasa Hingga Sulbar

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gempa Sulawesi Tengah

Loading

Jakarta – suaralidik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal gempa magnitudo (M) 5,8 yang terjadi Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Gempa tersebut berjenis dangkal berada pada titik koordinat 1,72 lintang selatan dan 120,14 bujur timur Kabupaten Sigi dengan kedalaman 10 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Palukoro. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip),” Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3/2020).

Guncangan gempa terasa hingga ke Mamuju Sulawesi Barat dan daerah sekitarnya. Gempa tak berpotensi tsunami.

“Guncangan gempa bumi ini dirasakan Poso, Pasangkayu IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Sigi, Sausu, Palopo, Masamba, Mamuju, Topoyo, Kalukku, Luwu Utara, Sanggata Kutai Timur III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu),” ujar Rahmat.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” sebutnya.

Hasil pemantauan BMKG, terdapat gempa susulan. Sebanyak sembilan kali gempa susulan terjadi.

“Hingga hari Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 23.25 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ucap Rahmat.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data