iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Alasan Tuhan Karya Darah Mimpi (Titin Widyawati)

waktu baca 7 menit

Loading

 Pagi. Gigil adalah sahabat yang malas meninggalkanku di pembaringan. Ayam mulai berkokok . Pukul tiga dini hari, Fajar merayap perlahan. Bintang masih menatap bumi riang. Gumpalan di langit itu menerangkan alam. Sinarnya jatuh berebutan dengan cahaya rembulan yang sok ingin menang sendiri. Langit, biru memayungi temaram.

Kabut lari, takut dengan sepoi angin yang hendak mengusir kemuramannya. Dedaunan bambu di perkampungan menari gembira, okestra yang bersiul terdengar merdu. Embun masih nyenyak di ujung dedaunan. Matanya jernih menangkap hari yang masih samar-samar.

Aku membuka mata. Kuintip dunia. Sudut-sudut ruangan temaram. Selimut kusibak. Mengintip celah alam melalui jendela. Selarik cahaya rembulan menembus ruangan, hendak mengajakku bermain dan bergurau dengan fajar.

Aku tertarik, melangkahkan kaki. Membuka pintu. Kusambut kesegaran alam. Paru-paru bersorak riang. Kantuk kalah perang. Bibirku tersungging menang. Kuambil air wudu, mengaduh di hadapan Tuhan. Bersujud menukar dosa dan dendam.

Alasan Tuhan

Darah Mimpi

(Titin Widyawati)

Kunanti pahala di tahta surga yang bertuan. Berharap dapat menimbun khilaf, membunuh malapetaka, terakhir mengusir derita yang tersemat di dalam dada. Jantung dan hati tak sabar menanti irama Ilahi bernyanyi. Bibir bergetar menyebut asma-Nya. Aku tersadar pada terang yang selama ini digelapkan persoalan. Duduk tenang. Menunggu azan mengajakku bertamu ke alam lain.

Pukul empat pagi, renta-renta berebut langkah menuju tempat ibadah. Mata sayup-sayup itu dipaksa melotot. Senyum hambar semua. Sajadah tersampir di pundak. Keseimbangan tubuh nyaris punah. Jika kusenggol sedikit saja, maka akan roboh.

Merekalah para pejuang kematian. Orang-orang yang sedang menyiapkan bekal ke liang kubur. Setengah tua, sibuk mengemas barang dagangan. Kaki tertuntun ke arah keramaian. Uang receh sudah disiapkan semalam untuk kembalian. Doa terlantun pada Tuhan, semoga laba berlimpah.

Pemuda masih sibuk menarik selimut ulang. Kantuk belum gentar dengan jeritan azan, semalam mereka dikalahkan oleh hantu begadang yang melenakan. Digoda nafsu bersama lawan chatting ponsel yang menyesatkan. Senyum pun mengambang pada jemari takdir yang malas menggenggam cinta tak bermakna.

Anak-anak sekolah duduk setengah badan di atas ranjang, mengamati jam dinding yang tak pernah berkhianat pada waktu, khawatir terlambat. PNS, sibuk menyetrika seragam, mencari-cari makanan instan. Aku? Aku di sini, di beranda musola, mengamati sang renta yang umurnya mendekati senja.

Kupotret punggung mereka tersuruk-suruk di atas sajadah. Bibir komat-kamit melantunkan ayat-ayat suci, entah benar, entah salah. Sebagian bersandar di dinding musola menunggu iqomat, lehernya terangguk-angguk, sebagian yang lain sedang khidmat dengan sunah-sunah. Semuanya sama, mengharapkan satu cahaya, penerang alam baka.

Kebaikan-kebaikan mereka ciptakan. Dari hal besar hingga hal sepele seperti merapikan sendal-sendal yang menyimpan kotoran di telapak masing-masing. Tangan sang renta tak jijik. Ia sepenuh hati karena Tuhan. Kau tak percaya? Bahkan pada kisah sebelumnya aku pernah mengabadikan, tentangnya, tentang renta yang mempunyai pekerjaan unik. Masih sampai sekarang, Kawan! Tak ada yang berubah selain giginya bertambah tanggal dua. Senyumnya pun masih tersungging manis.

Geraknya lemah gemulai, memang umurnya sudah tak menjaminkan tenaga yang sempurna. Ia menyapaku, mengulurkan salam seusai uluk salam. Katanya, semakin banyak orang menjabat salam, dosa-dosa akan berguguran, rontok masuk ke dalam neraka, menyisakan pemiliknya yang gelimpangan terserang dahaga surga.

“Rajin-rajinlah ke musola, Anakku! Nanti musola yang sering kau singgahi akan datang mengantarkanmu ke surga, melewati shirath yang tebalnya seumpama rambutmu dibelah menjadi tujuh! Mengerikan bukan? Siap-siaplah, ajal sudah menantimu di penghujung dunia! Jangan main-main kau dengan kehidupan, buang jauh-jauh keinginanmu pada nafsu yang menyesatkan!”

Ia menepuk bahuku, memberi nasihat yang terkadang menggentarkan nyaliku mereguk nikmatnya dunia.

“Nek, kenapa kita hidup jika kita akan mati?” Pertanyaanku sedikit miring.

Anakku, Ibu dan Ayahmu melahirkanmu untuk membuatmu bahagia, tak pernah ia rela menerlantarkanmu di dunia ini, apa pun dia lakukan untuk kebaikanmu. Ia tak ingin membuatmu menderita, mencintai dengan kasih sayang yang utuh, menyekolahkanmu agar kau mendapatkan pendidikan, mendoakanmu sepanjang malam. Karenanya kau hidup! Apakah dengan itu kau tega menyakiti perasaan orang tuamu dengan bertindak semaumu sendiri?”
Aku menggeleng. Penjelasan yang membuat dadaku bergetar. Keningku mengalirkan keringat dingin. Senyum. Ya aku tersenyum. Namun senyum yang hambar. Renta lain melipat sajadah, lantas menggulung mukenah.

Renta pria keluar dari musola, beberapa masih asyik menggeleng-gelengkan kepala bertasbih. Dan aku pun  menggeleng, namun bukan menggeleng dengan menyebut kalimat tauhid, menggeleng menjawab pertanyaan renta di hadapanku.

Kuamati kerut wajahnya yang membuat kulit keringnya mengendor. Kantung mata menggantung lunglai. Jari-jemari tingggal tulang, tubuh sama sekali tak berdaging. Kau tebak saja jika mukenah itu dibuka, maka uban akan menyembul di atas kepala.

Pandangannya redup, matanya tak lagi jernih. Ia juga sudah tak sempat memikirkan penampilan fisiknya, yang penting menutup aurat. Karena sadar tingkat akhir, tak akan ada lagi pria tampan menggodanya.

“Tapi kau tahu sendiri bukan, Anakku? Orang-orang berlomba mengejar kesuksesan, kemanisan hidup, kebanggan pada orangtua yang dicintainya. Semuanya ingin membuat orangtuanya bahagia, bukankah kau juga seperti itu, Anakku?”

Aku mengangguk. “Kesimpulannya, Tuhan pun seperti itu, Anakku. Ia hanya menginginkan kebahagiaan untuk akhir hidup makhluk-makhluk-Nya, karena itu Ia menciptakan kehidupan. Ia adalah yang paling penyayang dan pengasih, tidak tegaan melihat hamba-Nya menderita. Ia mengharapkan ketenangan dan kenyamanan untuk makhluk-makhluk-Nya, usai mematikannya, Anakku!”

“Jika Dia mengharapkan semuanya hidup nyaman, kenapa harus ada cobaan dan ujian?”

“Sekarang aku bertanya kepadamu, Anakku. Banyak orang dewasa yang lebih dewasa pemikirannya, bijaksana perilakunya di dunia, disebabkan oleh apa, Anakku?”

“Cobaan dan ujian.” Aku menjawabnya tertatih.

“Jika orang itu mampu melewati semua ujiannya, ia akan dimuliakan oleh banyak orang, disanjung-sanjung, dibutuhkan kehidupan, dan juga terakhir tentunya akan membanggakan ke dua orangtuanya.”

Aku mati kutu. “Sekarang kau tahu apa maksud Tuhan memberikan cobaan dan ujian kepada hamba-hamba-Nya?”

“Lalu kenapa harus ada surga dan neraka, Nek? Jika Tuhan tak tega melihat makhluk-Nya menderita, mengapa Ia menciptakan alam yang sangat mengerikan?”

“Anakku. Coba kau pikirkan orang yang mabuk-mabukan, orang-orang yang berzina di kegelapan malam, orang yang menghardik anak yatim, orang yang memakan uang rakyat, mereka adalah orang-orangyang mengabaikan nasihat orangtuanya saat kecil. Jika kau menjadi orangtua di antara salah satu orang tersebut, apakah hatimu tidak akan sakit hati?”

Jiwaku remuk. Aku sadar, aku menyadari pemahaman yang buta selama ini.

“Apa yang akan kau lakukan demi kebaikan anakmu?”

“Saya akan menegurnya, menasehatinya, jika tidak ada hasil, maka saya akan menghukumnya, agar ia jera dan sadar untuk kembali lagi menjadi anak yang baik!”

“Kau cerdas, Anakku! Dan apakah kau rela anakmu menderita? Kau mau menghukumnya sampai nyawanya lenyap?”

“TIDAK! SAYA MENGHUKUM BUKAN UNTUK MELUKAINYA, HANYA UNTUK MEMBUATNYA SADAR DAN JERA, SUPAYA DI LAIN HARI TAK MELAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA.”

“Begitulah Tuhan mendidikmu. Ia memberikan hukuman pada orang-orang yang tidak taat kepada-Nya. Semuanya bukan karena ia membenci, bukan pula karena Ia pilih kasih, justru hukuman itu diberikan-Nya, sebab Ia sangat mencintai makhluk-Nya. Neraka diciptakan untuk memberikan hukuman pada orang-orang yang tidak taat, surga diciptakan untuk mereka yang berhasil melewati ujian hidupnya!”

“Tapi. Neraka itu digambarkan sangat menyeramkan, Nek!”

“Anakku. Apakah orang itu akan kekal di neraka selama ia mempunyai jati diri memegang kepercayaan kepada Tuhannya? Apakah ia akan terus di neraka jika jiwanya memegang ajaran Tauhid?”

Aku diam, bergeming. Seorang renta menghabiskan dzikir, ia berdiri, melangkah keluar. Hening. Alam timur mulai terbangun. Merah indah disambut kokok ayam. Warga menggesekkan lidi. Anak sekolah berebut kamar mandi. Pekerja kantoran menyendok sarapan. Pedagang menggelar tikar.

Ibu rumah tangga sibuk meracik bahan makanan. Petani membancokkan cangkul. Nelayan menebar jaring. Sayang, kampung kami jauh dari lautan. Maka, beberapa warga lari ke bebukitan pinus, mencari ranting-ranting kayu untuk bahan bakar.

“Apa yang diucapkan oleh guru ngajimu, Anakku?”

Aku diam.

“Semuanya akan mendapatkan ganjaran amalnya, meskipun hanya sebesar biji dzarrah! Ia tidak akan selamanya di neraka. Jika-

Kata-katanya menggantung. “Jika ajaran agama yang benar ada di dadamu, Anakku!” Ia menyentuh dadaku, tersenyum. “Sekarang kau paham bukan? Tuhan menciptakan kehidupan dan kematian karena ia menginginkan kebaikan dan kebahagiaan untuk makhluk-makhluk-Nya. Tuhan pun punya alasan mengapa ia memberikan cobaan dan ujian kepada makhluk-makhluk-Nya, sebagaimana ke dua orantuamu mendidik hidupmu. Semuanya demi kebaikanmu.”

Ungkapnya terakhir, lantas melangkah keluar. Kulihat punggungnya membungkuk. Ia rapikan sendal-sendal jamaah. Kulirik renta yang tersisa, semuanya kompak, lelap di sandaran dinding musola. Ada juga yang melumat dzikir menjadi dengkuran. Hening. Renta hanya tersisa tiga.

 

19 Desember 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius