Tani Merdeka Bulukumba: Membangun Kemandirian Petani Lewat Kolaborasi dan Inovasi Pertanian
Gerakan Tani Merdeka: Menyongsong Era Baru Pertanian yang Mandiri dan Berkelanjutan di Bulukumba
BULUKUMBA, SUARALIDIK.com – Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bulukumba menggelar rapat silaturahmi yang digelar pada Sabtu malam, 15 November 2025, di Jalan Kopi, Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Rapat ini bukan sekadar pertemuan biasa, namun menjadi ajang penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung sektor pertanian lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian petani di Kabupaten Bulukumba.
Gerakan Bersama, Menuju Sejahtera
Ketua DPD Tani Merdeka Bulukumba, Andi Aso Syahrial, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya tentang organisasi, namun juga gerakan untuk perubahan nyata dalam sektor pertanian.
“Kami berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan dan mendampingi petani hingga ke akar rumput. Tani Merdeka bukan hanya sekadar organisasi, melainkan gerakan besar untuk masa depan pertanian,” ujar Andi Aso dengan penuh semangat.
Meningkatkan Produktivitas Petani, Mewujudkan Kemandirian
Tani Merdeka Bulukumba memfokuskan berbagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani, seperti:
Meningkatkan Pendapatan Petani – Melalui akses pasar yang lebih luas, pelatihan, dan pendampingan, Tani Merdeka memastikan petani menghasilkan produk berkualitas tinggi dan meningkatkan pendapatan mereka.
Kemandirian Petani – Tani Merdeka berupaya agar petani dapat mengelola usaha pertanian secara mandiri dengan dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas.
Peningkatan Kualitas Hidup Petani – Program pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur akan didorong guna memperbaiki kualitas hidup para petani.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Sekretaris Umum DPD Tani Merdeka Bulukumba, Iqrar Rahim, menambahkan bahwa pencapaian tujuan besar ini memerlukan sinergi antara berbagai pihak. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor lainnya menjadi kunci utama.








