iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Gunakan Batik Bernuansa Lokal, Kepsek dan Guru Terapkan Budaya 3S di SMAN 1 Gowa

waktu baca 2 menit
Kepala UPT SMAN 1 Gowa, Islamuddin, S.Pd, M.Pd, Beserta Guru, Menerapkan Budaya Senyum, Sapa dan Salam (3S) Kepada Peserta Didik Menggunakan Batik Bernuansa Lokal, Kamis 23 Februari 2023.

Loading

Gowa, SuaraLidik.com – UPT SMAN 1 Gowa menerapkan budaya Senyum, Sapa dan Salam (3S) khususnya kepada peserta didik di lingkungan sekolah.

Nampak Kepala SMAN 1 Gowa, Islamuddin, S.Pd, M.Pd beserta guru lainnya berbaris di halaman sekolah dengan menggunakan batik bernuansa lokal, sambil menyambut siswa dengan budaya, senyum, sapa dan salam.

Budaya 3S dan pemakaian batik bernuansa lokal, sejalan dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Dr. Setiawan Aswad, M.Dev, Plg.

Islamuddin saat ditemui mengatakan bahwa, budaya senyum, sapa dan salam ini merupakan bagian dari pembinaan karakter, dalam rangka menjalin hubungan emosional yang lebih erat antar siswa dengan guru dan seluruh personil sekolah.

“Jadi tujuannya bagaimana kita membangun keakraban satu sama lain, kita saling memiliki, sehingga akan menjadi harapan kita bersama kedepan dalam memajukan karakter siswa yang lebih baik,” ujar Islamuddin, Kamis (23/02/2023).

Selama 4 (empat) bulan saya berada di SMAN 1 Gowa, mulai Oktober 2022, kami langsung menyampaikan dan menghimbau kepada teman-teman guru dan seluruh warga sekolah, untuk setiap hari menyambut kedatangan siswa di pintu gerbang, dengan menyalami, menyapa dan memberikan senyuman.

“Tidak hanya kepada guru saja siswa kami melakukan senyum, sapa dan salam, akan tetapi seluruh tamu dari luar sekolah siswa kami melakukan budaya 3S,” imbuhnya.

Selain itu, penggunaan baju batik bernuansa lokal yang kami kenakan hari ini, untuk menindaklanjuti Surat Edaran dari Pak Kadis.

Oleh karena itu, kami menyambut baik penggunaan baju batik baik itu ASN maupun Non ASN, karena bagaimana kita menjaga kearifan lokal kita.

“Kearifan lokal itu kita bisa maknai sebagai upaya untuk menjaga, mempertahankan dan melestarikan budaya lokal kita, termasuk penggunaan baju batik yang menjadi ciri khas warga Sulsel dan Gowa pada khususnya,” jelas Islamuddin, yang merupakan mantan Kepala UPT SMAN 8 Gowa.

“Tentunya kami berharap, tidak hanya guru saja yang memiliki kearifan lokal, tetapi kami menghimbau agar seluruh siswa kami untuk memiliki kearifan lokal,” sambungnya.

Sedangkan menindaklanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Bahasa Daerah, yang mewajibkan pelajaran muatan lokal (Bugis, Makassar dan Toraja) wajib di hari Rabu, mendapat respon positif dari Islamuddin.

Menurutnya, Minggu lalu kami sudah lakukan dan praktekkan, termasuk kemarin hari Rabu sudah menggunakan bahasa daerah.

“Jadi setiap hari Rabu, kami akan berupaya untuk menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar dalam proses pembelajaran di sekolah,” ungkap Islamuddin.

“Dengan adanya pemakaian batik ini, tentunya kami berharap tenaga pendidik dan kependidikan secara perlahan harus menggunakan baju batik, sehingga kearifan lokal ini muncul dari guru dan bisa secara perlahan ditiru oleh siswa kami di sekolah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam