Oknum Kepala Dusun Kampung Gayau Sakti, Diduga Memotong Bantuan Langsung Tunai
Lampung, SuaraLidik.com – Oknum Kepala Dusun Kampung Gayau Sakti, Kecamatan Seputih Agung diduga menyunat atau memotong Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal ini diungkapkan salah satu warga Gayau Sakti yang menerima bantuan tersebut, Senin (17/01/20222).
“Saya menerima bantuan tunai tersebut, dan seharusnya masuk ke rekening BRI, akan tetapi selalu saya dikasih cash,” ujar salah satu warga kepada awak Media Suara Lidik.
Menurut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, menerangkan bahwa tahap pertama dan kedua saya menerima masing-masing 900 ribu. Akan tetapi, untuk yang terakhir saya hanya dikasih 300 ribu, padahal itu harusnya 1,2 juta karena 4 bulan.
Lanjut salah satu warga mengatakan, untuk yang pertama datang foto membawa buku rekening, tapi tidak ada dananya. Sedangkan untuk yang kedua, foto memakai buku rekening, tapi dana yang didalam foto itu dana saya pribadi dengan dalih laporan. Lebih parahnya yang terakhir saya dikasih 300 ribu tapi dengan catatan jangan bilang siapa-siapa, kalau kamu bilang ke siapa-siapa, nanti kamu tidak dapat lagi.
Sementara itu, oknum Kepala Dusun saat di konfirmasi Selasa 18 Januari 2022 di Balai Desa Kampung Gayau Sakti mengatakan bahwa, untuk bantuan tersebut saya tidak mengetahui, dan tidak hafal siapa-siapa yang mendapatkan bantuan tersebut. Kalau mau lebih jelas konfirmasi langsung ke Pak Lurah, semuanya sudah terealisasi.
Terkait belum jelasnya penjelasan dari oknum Kepala Dusun tersebut, pihak Biro Suara Lidik Lampung menemui Kepala Kampung Gayau Sakti, Rabu 19 Januari 2022. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan ini mau dibawa kemana, kalau BLT itu sudah sampai di Polres.
Kepala Kampung Gayau Sakti menjelaskan, di tahun 2021 kampung kita mengalokasikan 80 orang yang tersebar di 5 Dusun untuk BLT, yang 50 orang dibayar cash dan 30 masuk ke rekening masing-masing dan semuanya sudah terealisasi tidak ada masalah. Memang untuk yang terakhir sekitar 4 bulan baru dikasih di bulan Desember, jadi masing-masing penerima mendapatkan 1,2 juta.
Dari penjelasan sumber dan keterangan Kepala Kampung Gayau Sakti, nampak jelas dugaan oknum Kepala Dusun menyunat atau memotong dana bantuan tersebut.





