iklan banner pemrov sulsel
Kesehatan

2 Kali Rekor Tertinggi Pecah, Jubir Covid-19 Sebut Salah Satu Peyebabnya Adalah Masker

waktu baca 3 menit
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto

Kesehatan – Ledakan angka kasus positif covid-19 pecahkan rekor tertinggi pada Selasa (9/6) dan Rabu (10/6) kemarin. Indonesia berturut-turut mencatat rekor tertinggi penambahan kasus COVID-19 dalam waktu 24 jam.

Dua kali penambahan mencapai 1.000 kasus positif ini merupakan yang tertinggi, terhitung sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan pemerintah pada 2 Maret 2020.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan akan lebih akurat untuk melihat perkembangan kasus COVID-19 berdasarkan data masing-masing daerah.

Terdapat daerah yang sudah sangat membaik dan masuk dalam kategori zona kuning, zona hijau, namun memang masih terdapat yang tercatat sebagai zona merah.

“Untuk menangani wabah, juga tergantung dengan respons dan manajemen daerah setempat, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar di lapangan,” ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, Selasa (9/6) dan Rabu (10/6), Indonesia berturut-turut mencatat rekor tertinggi penambahan kasus COVID-19 dalam waktu 24 jam.

Hingga saat ini Kamis (11/6/2020), tercatat 35,295 kasus covid-19 di Indonesia.

menjelaskan kenaikan signifikan kasus positif virus corona baru dalam beberapa hari terakhir karena peningkatan kapasitas uji spesimen dari hasil pelacakan kontak dekat pasien.

Selain itu, salah satu pemicunya masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dengan benar.

“Dari beberapa data yang kita dapatkan penggunaan masker yang tidak benar juga berkontribusi terhadap penularan ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/6).

Yurianto mengatakan hingga saat ini masih sering ditemukan masyarakat menggunakan masker hanya menutup mulut atau dagu. Namun, tidak menutup hidung.

Padahal, penularan virus corona bisa melalui hidung, mata dan mulut. Tak hanya itu, masih banyak masyarakat tidak melepaskan masker dengan benar. Misalnya, tidak melepas tali elastis dari daun telinga sambil menjauhkan masker dari wajah dan pakaian.

“Tidak melepasnya, menyimpannya atau mencucinya dengan benar. Ini juga menjadi beberapa hal yang harus kita perhatikan,” ujarnya.

Faktor lainnya adalah aktivitas yang menimbulkan kerumunan, beradaptasi dan belum ditemukan vaksin.

Rekor ini Belum Bisa Dikaitkan Dengan Gelombang Kedua Covid-19

Gugus Tugas COVID-19 berpendapat kenaikan pesat kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir, tidak bisa langsung dikaitkan dengan potensi terjadinya gelombang kedua COVID-19.

“Perhitungan yang kami observasi hingga hari ini, kami percayai sebagai hasil dari peningkatan kapasitas Indonesia untuk melakukan tes. Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan utama meningkatkan pelacakan, dan juga disebabkan penemuan kasus aktif,” kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat telekonferensi pers reguler berbahasa Inggris di Jakarta, Kamis (11/6).

“Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya sekadar mengaitkan pertambahan dengan gelombang kedua penularan virus,” ia menambahkan.

Wiku mengatakan pemerintah telah berhasil mencapai target pertama peningkatan kapasitas uji spesimen sebanyak 10 ribu sampel per hari. Bahkan, Indonesia pernah mengetes 14 ribu sampel spesimen per hari untuk diagnosa COVID-19. Kini pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas uji spesimen menjadi 20 ribu per hari.

“Saat ini lebih banyak laboratorium dan universitas yang mampu melakukan tes,” ujar dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777