UPT SPF SMPN 9 Makassar Melaksanakan Puncak Kegiatan Roots Day (Stop Bullying)
Makassar, SuaraLidik.com – Sebagai salah satu sekolah penggerak yang terpilih di Kota Makassar, SMP Negeri 9 melaksanakan puncak kegiatan Roots Day (Anti Perundungan dan Stop Bullying) yang diselenggarakan di halaman sekolah, Jalan Ir. Soetami (Baddoka) Kamis pagi (28/10/2021).
Dalam kegiatan Roots Day hari ini, dirangkaikan dengan Upacara Hari Sumpah Pemuda dan Pelepasan Guru Purnabakti.

Dimana peserta yang hadir dalam kegiatan hari ini, yaitu kepala sekolah SMP 9 Makassar, ketua komite, guru serta staf sekolah, orang tua siswa, alumni dan para siswa sendiri.
Kepala Sekolah SMPN 9 Makassar, Hj. Nirmaladewi, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, puncak kegiatan Roots Day hari ini merupakan rentetan kegiatan yang sudah kita laksanakan di bulan Agustus kemarin. Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang merupakan pilar project dari sekolah penggerak.
Lanjut Hj. Nirmaladewi menjelaskan, dimana SMPN 9 Makassar merupakan salah satu dari 10 sekolah Negeri dan Swasta yang terpilih menjadi sekolah penggerak yang menjalankan Anti Perundungan di sekolah, yang mana merupakan program prioritas pemerintah yang menjadi dasar persoalan besar dan fokus utama banyaknya siswa dan kalangan pendidikan yang mengalami perundungan.
“Ada sekitar 30 siswa yang mewakili siswa kami di sekolah sebagai Agen of change atau agen perubahan, untuk dapat mencegah perundungan yang terjadi khusunya di lingkungan SMPN 9 Makassar,” ujar Nirmaladewi.
“Inilah yang menjadi tujuan dari puncak kegiatan Roots Day yang kami laksanakan, bagaimana dapat mencegah korban perundungan dan dapat membantu melakukan sesuatu tindakan positif sebagai pencegahan terjadinya perundungan (Bullying),” tambah Nirmaladewi.
Selain itu, generasi pemuda dapat bergerak untuk memberikan perubahan, agar generasi muda dapat memberikan pengaruh untuk berperilaku yang lebih baik. Jadi kami ingin bangkitkan generasi pemuda di hari sumpah pemuda yang jatuh pada hari ini, untuk memberikan perubahan besar untuk generasi muda, sehingga kedepan generasi muda sebagai tonggak pembangunan bangsa dapat mengimplementasikan perilaku-perilaku positif di kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap kepada anak-anak kami 30 orang yang terpilih menjadi Agen of Change atau Agen Perubahan, agar dapat mensosialisasikan dan melaksanakan gerakan-gerakan Anti Perundungan (Stop Bullying) di lingkungan sekolah dan di kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan program visi nasional dan visi sekolah yaitu terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.” Tutupnya.









