iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Mengapa Kurma Selalu Hadir Saat Buka Puasa? Ini Rahasia Tradisi dan Manfaatnya

waktu baca 3 menit
Mengapa kurma selalu menjadi menu favorit saat berbuka puasa? ||midjourneyAI_suaralidik.com

Alasan Kurma Selalu Jadi Menu Favorit Saat Ramadan

SUARALIDIK.com,JAKARTA – Saat azan Magrib berkumandang di bulan Ramadan, ada satu makanan yang hampir selalu hadir di meja berbuka umat Muslim di berbagai penjuru dunia: kurma.

Buah kecil berwarna cokelat ini bukan sekadar pemanis alami setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di balik rasanya yang manis, kurma menyimpan kisah tradisi, nilai religius, hingga manfaat kesehatan yang membuatnya begitu identik dengan Ramadan.

Tak heran jika setiap bulan puasa tiba, permintaan kurma melonjak tajam di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Mengikuti Sunah Nabi

Tradisi berbuka puasa dengan kurma berakar kuat dalam ajaran Islam. Kebiasaan ini berasal dari praktik yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan beberapa butir kurma basah. Jika tidak tersedia, beliau berbuka dengan kurma kering, dan jika tidak ada pula, maka cukup dengan meminum air.

Kebiasaan ini kemudian menjadi sunah yang dianjurkan untuk diikuti umat Muslim.

Seiring waktu, praktik tersebut berkembang menjadi tradisi yang mengakar kuat dalam budaya Ramadan di berbagai negara Muslim.

Bagi banyak orang, menyantap kurma saat berbuka bukan hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga cara sederhana untuk meneladani kebiasaan Nabi.

Sumber Energi Instan Setelah Berpuasa

Selain nilai religius, alasan lain kurma begitu populer saat berbuka adalah manfaat kesehatannya.

Setelah sekitar 13–14 jam berpuasa, tubuh membutuhkan sumber energi yang dapat diserap dengan cepat.

Kurma dikenal mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang mudah diolah oleh tubuh. Kandungan ini membantu mengembalikan energi dengan cepat tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu berat.

Inilah sebabnya banyak ahli gizi menyarankan makanan manis alami seperti kurma sebagai menu pembuka saat berbuka puasa.

Baik untuk Sistem Pencernaan

Selama berpuasa, sistem pencernaan beristirahat cukup lama. Ketika waktu berbuka tiba, tubuh perlu menyesuaikan kembali proses metabolisme secara perlahan.

Kurma mengandung serat alami yang cukup tinggi, sehingga membantu sistem pencernaan bekerja kembali dengan lebih stabil.

Serat tersebut juga membantu mencegah gangguan pencernaan yang sering muncul saat berbuka, seperti kembung atau sembelit.

Kaya Vitamin dan Mineral

Kurma juga dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi.

Buah dari pohon palem Phoenix dactylifera ini mengandung berbagai vitamin penting seperti vitamin A, B, dan C.

Selain itu, kurma juga memiliki sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh, antara lain:

  • Kalium
  • Magnesium
  • Zat besi
  • Kalsium

Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga keseimbangan elektrolit, mengurangi rasa lelah, serta mendukung stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Simbol Ramadan di Seluruh Dunia

Karena perpaduan antara nilai religius, tradisi budaya, dan manfaat kesehatan, kurma akhirnya menjadi simbol yang hampir tak terpisahkan dari Ramadan.

Di berbagai negara Muslim, mulai dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, buah ini selalu hadir dalam berbagai bentuk sajian berbuka, baik dimakan langsung, dijadikan campuran minuman, hingga diolah menjadi berbagai hidangan manis.

Meski sederhana, kurma menyimpan makna yang lebih dari sekadar makanan. Ia menjadi pengingat bahwa berbuka puasa bukan hanya tentang menghilangkan lapar, tetapi juga menghidupkan tradisi dan nilai spiritual yang telah diwariskan sejak zaman Nabi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777