Pandemi Covid-19, Pedagang Kaki Lima Di Pasar Banyorang Menjerit
Bantaeng, suaralidik.com – Dampak wabah virus corona alias Covid-19 berdampak pada banyak sektor kehidupan. Bahkan pengaruh besar begitu terasa dilapisan masyarakat bawah seperti kepada para pedagang kaki lima di Pasar Banyorang.
Para pedagang ini merugi karena pembeli sangat jarang bahkan tak ada. Apalagi gerakan #DiRumahAja demi mencegah penyebaran virus corona menggerus perekonomian pada pedagang kaki lima yang notabene menggantungkan biaya hidup sehari-harinya lewat berjualan.
Salah seorang pedagang di Pasar Banyorang Nuraeni mengatakan, bahwa beberapa minggu terakhir pembeli sangat kurang, Bahkan penurunan transaksi jual beli berkisar 70%.
Sementara Daeng Baddu yang biasanya ramai pembeli di tempat jualannya justru terlihat sangat sepi dan dia pun mengakui kalau, dirinya mengalami kerugian besar karena sepi pembeli. Bahkan dirinya sementara ini berencana menutup tempat jualannya karena imbas pandemi corona yang memakin meluas.
“Untuk saat ini saya rencana akan menutup tempat penjualan saya, karena sudah beberapa minggu ini kurang sekali pembeli, bahkan boleh dikata tidak ada sama sekali”. Keluhnya
Sejak ada himbauan pembatasan keluar rumah, dan issu yang beredar bahwa Pasar ini akan ditutup, usaha saya ini sangat terganggu dan bahkan kerugian saja yang kita dapatkan karena Pengeluaran dan pendapatan tidak seimbang”. Ungkapnya didepan Awak Media, Sabtu (11/4/20)
Dia juga sangat berharap pandemi virus corona ini segera berakhir. Selain itu dia pun berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi agar para pedagang dipasar ini tidak gulung tikar, Sebab kalau kondisi seperti ini berlarut larut, maka kita semua para pedagang yang hanya menyambung hidup dengan berjualan secara langsung kepada masyarakat akan mengalami kesulitan dalam menghidupi keluarga”.tutupnya
(*Rs)









