iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Melihat Masa Depan Lapangan Kerja Indonesia

waktu baca 4 menit

Loading

Oleh: Damayanti

Suaralidik.com, – Populasi adalah penentu perekonomian, bersama dengan kualitas dari gelombang tenaga kerjanya. Hal tersebut dinyatakan Ali Babacan, seorang politisi asal Turki, untuk menyatakan besarnya potensi potensi kekuatan tenaga kerja dalam sebuah perekonomian negara. Semakin besar populasi sebuah negara, apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya (SDM), maka akan mendukung bertumbuhnya negara berekonomi kuat.

Bagaimana Indonesia? Berdasarkan data World Bank, Indonesia memiliki penduduk sejumlah 264 Juta jiwa. Dengan jumlah itu, apabila keberadaaanya didukung kualitas SDM yang memadai, asumsinya perekonomian Indonesia akan tertopang oleh populasinya.

Namun, di awal tahun 2020, kompas.com mencatat beberapa perusahaan besar yang memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam skala besar sejak tahun 2019, di antaranya: PT. Krakatau Steel, Bukalapak, PT. Indosat Tbk., dan PT. Unisem Batam. Penyebab PHK diklaim adalah perubahan global yang menuntut adanya review kinerja perusahaan sehingga harus ada restrukturisasi dan perubahan strategis bisnis.

Kedua fakta ini bersifat paradoks, dan menunjukkan bahwa tren sektor ekonomi di Indonesia hampir belum merepresentasikan kekuatan populasi dalam negeri untuk menyokong perekonomian, karena kualitas labor market Indonesia belum mampu bersaing dalam era disrupsi. Elastisitas ketenagakerjaan domestik Indonesia masih dalam kategori rendah, yang disebabkan oleh kurangnya perlindungan terhadap pasar domestik dari serbuan produk impor.

Memang hingga akhir tahun 2019, pemerintah berhasil memenuhi target penurunan pengangguran hingga level 4 s.d. 5 %, namun apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, tingkat pengangguran Indonesia masih belum signifikan. China memiliki tingkat pengangguran 3,6%, Malaysia berada pada tingkat 3,3% sementara Thailand di tingkat 1,0%. Apa yang berbeda dari negara-negara tersebut adalah proporsi struktur perekonomian negaranya.

Urgensi Perluasan Lapangan Kerja
Di Indonesia, sektor-sektor non-tradable seperti sektor jasa, masih mendominasi pasar tenaga kerja di Indonesia, padahal sektor ini lebih sedikit menyerap tenaga kerja, karena tuntutan pendidikan yang cukup besar.

Sementara sektor tradable seperti sektor pertanian, pertambangan, atau manufaktur masih belum menjadi menguasai ekonomi Indonesia, padahal sektor-sektor ini menyerap tenaga kerja lebih banyak. Pada lain pihak, ada penurunan investasi di Indonesia apabila berkaca dari perjalanan sejak tahun 2013. Mengutip data BKPM, setiap Rp.1 triliun investasi yang masuk ke Indonesia tahun 2013 mampu menyerap lebih dari 4 ribu tenaga kerja.

Namun, pada tahun 2018 merosot hanya seribuan tenaga kerja. Menurut Hariyadi, Ketua Umum Apindo, salah satu penyebabnya yaitu investasi yang masuk kebanyakan merupakan investasi padat modal, bukan padat karya. Padahal industri padat karya lebih banyak menyerap tenaga kerja daripada padat modal.

Ketimpangan ini yang dipertimbangkan oleh Pemerintah untuk diisi oleh kehadiran Ominbus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Targetnya adalah mendorong regulasi untuk mempermudah investasi, terutama investasi pada karya, sehingga muaranya dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar, dan merealisasikan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Memang tidak dipungkiri masih ada pro-kontra terhadap Ominbus Law di kalangan masyarakat, namun ada baiknya melihat optimisme yang hendak dinarasikan oleh Pemerintah melalui pengesahan RUU ini menjadi UU. Flexible working hours akan mempermudah tenaga kerja melamar pekerjaan di dua perusahaan, sistem pengupahan berbasis jam kerja akan memudahkan pekerja mengatur ritme bekerja dengan menyesuaikan situasi pribadi yang dihadapi, pengaturan bonus dan penghargaan akan diatur sesuai masa kerja sehingga perusahaan akan ‘wajib’ mengakomodirnya.

Ada banyak sisi positif pembuka lapangan kerja di dalamnya yang memang perlu dibahas secara mendalam untuk menghindari pasal karet yang kemudian justru tidak berpihak pada tenaga kerja. Apalagi jika didsukung oleh pemantapan keterampilan dan pendidikan dari setiap pencari kerja lokal. Para pencari kerja lokal tentu akan memiliki kualitas yang bersaing dengan pekerja asing. Dengan kata lain, mimpi akan penyerapan tenaga kerja yang lebih besar bukan tidak mungkin untuk terealisasi.

Memperhatikan penurunan tingkat penyerapan tenaga kerja pada periode tahun 2013 s.d. 2018, maka kita bisa melihat ada perkembangan ekonomi global yang harus diantisipasi. Salah satunya dengan beradaptasi dalam menciptakan iklim yang baik dalam mendukung ketersediaan tenaga kerja. Dalam hal ini Omnibus Law ditempatkan sebagai penyederhana regulasi yang selama ini terlalu berbelit dan panjang.

Konsep Omnibus Law ini sepatutnya didukung oleh masyarakat, bukan hanya karena mampu memberikan pendapatan yang lebih kepada negara, melainkan juga karena penerapan skemanya dalam jangka panjang sangat mungkin menciptakan kemandirian dan ketahanan ekonomi rakyat yang kuat dan berkualitas menuju Indonesia Maju. Dengan demikian, bonus demografi yang diprediksi akan didapat Indonesia pada tahun 2030 s.d. 2040 akan menjadi kekuatan populasi yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian yang ada.

*Penulis adalah mahasiswa pasca sarjana di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam