Duka Mendalam, Warga Saotanre Kenang Sosok M. Amin (Aning): Sahabat yang Tulus Membantu Sesama Telah Meninggalkan Kami Semua Dengan Senyum Terakhir di Bibir Hutan Lona
![]()
SINJAI, Suara Lidik.com– Kabar duka menyelimuti keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang mengenal sosok almarhum M. Amin Xin Lampe, yang akrab disapa Aning. Almarhum mengembuskan napas terakhir di bibir hutan lona dalam giat perburuan hama babi hutan pada Ahad, 25 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, di sebuah rumah kebun milik warga di sekitar kawasan Hutan Lona, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan orang-orang yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang ringan tangan, tulus dalam membantu, serta bersedia meluangkan tenaga untuk kepentingan sesama.
Ungkapan belasungkawa dan rasa kehilangan turut disampaikan Ketua Tim Suara Lidik.com Kabupaten Sinjai, Andi Basri, yang mengenang almarhum bukan sekadar sebagai saudara dan sahabat, melainkan juga sebagai pribadi yang memiliki kepedulian sosial dan senantiasa hadir ketika orang lain membutuhkan bantuan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan rekan-rekan, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara sekaligus sahabat kami, almarhum M. Amin bin Lampe, yang akrab kami sapa Aning. Kepergian beliau merupakan kehilangan yang begitu menyedihkan bagi kami semua,” ungkap Andi Basri.
Menurut Andi Basri, kenangan tentang almarhum tidak hanya tersimpan dalam ingatan keluarga, tetapi juga melekat pada orang-orang yang pernah merasakan kebaikan dan ketulusan almarhum semasa hidupnya.
“Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tidak segan membantu sesama. Ketika ada orang yang membutuhkan tenaga dan pertolongan, beliau berusaha hadir dengan ikhlas, baik dalam suasana suka maupun duka. Kebaikan seperti itulah yang akan selalu kami kenang, meskipun kini beliau telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya,” tuturnya dengan penuh haru.
Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum berada di kawasan Hutan Lona pada Ahad pagi untuk mengikuti kegiatan perburuan hama babi hutan yang kerap merusak tanaman pertanian milik warga. Kegiatan tersebut diketahui rutin dilaksanakan secara berkelompok ketika terdapat agenda perburuan bersama di sejumlah desa dan kecamatan.
Idris ( Bindi ), anak almarhum yang turut berada di lokasi, menceritakan bahwa dirinya berangkat bersama sang ayah dengan mengendarai sepeda motor menuju lokasi perburuan. Setibanya di kawasan tersebut, keduanya sempat bergerak menuju hutan. Namun, almarhum kemudian memilih beristirahat di sebuah rumah kebun milik warga karena ingin merokok terlebih dahulu, sementara Bindi diminta bergabung dengan rombongan menuju pinggiran hutan.
Setelah menunggu lebih dari satu jam bersama sejumlah rekannya di pinggiran hutan, Bindi dan teman-temannya memutuskan berpindah posisi. Dalam perjalanan kembali untuk menemui ayahnya, ia melihat almarhum sudah terbaring dalam posisi tengkurap di rumah kebun tersebut.
Bindi kemudian bergegas menghampiri dan berusaha membangunkan ayahnya. Namun, saat menyentuh tubuh sang ayah, ia mendapati almarhum sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dalam keadaan panik dan terpukul, Bindi berteriak meminta pertolongan kepada rekan-rekan yang berada tidak jauh dari lokasi.
Keluarga menduga almarhum meninggal akibat serangan jantung. Namun, penyebab pasti kematian tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan dugaan keluarga dan masih memerlukan keterangan medis apabila hendak ditegaskan secara resmi.
Mendapati kejadian tersebut, warga dan para peserta perburuan yang berada di lokasi segera berinisiatif memberikan pertolongan dengan membawa jenazah almarhum menggunakan tandu sederhana dari kain sarung yang disediakan warga setempat.
Dalam suasana penuh kepedulian dan rasa kemanusiaan, warga bersama rekan-rekan peserta perburuan berupaya mengantarkan jenazah almarhum menuju kediaman keluarga di Dusun Saukang, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah. Perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih tujuh kilometer.

Peristiwa itu menjadi gambaran nyata tentang kuatnya ikatan kebersamaan dan solidaritas masyarakat. Di tengah kesedihan atas kepergian seorang warga, orang-orang yang berada di lokasi bahu-membahu membantu hingga jenazah almarhum dapat diantarkan ke rumah duka.
Pihak keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga dan komunitas PORBI Sinjai yang telah memberikan bantuan dengan tulus, meluangkan tenaga, serta turut mengantarkan jenazah almarhum sampai ke kediaman keluarga.
“Atas nama keluarga besar almarhum M. Amin bin Lampe (Aning), kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga dan keluarga besar PORBI Sinjai yang telah membantu dengan ikhlas mengantarkan orang tua kami sampai ke rumah. Kami tidak mampu membalas semua kebaikan itu satu per satu. Semoga Allah SWT membalas setiap ketulusan dan pengorbanan dengan pahala serta keberkahan yang berlipat ganda,” demikian ungkapan terima kasih keluarga.
Bagi Andi Basri, kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia begitu singkat dan tidak seorang pun mengetahui kapan waktu perpisahan akan tiba. Namun, kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakannya.
“Selamat jalan, saudaraku, sahabatku, M. Amin bin Lampe (Aning). Kami memang tidak bisa lagi melihat senyummu, mendengar suaramu, atau menyaksikan langkahmu membantu sesama. Namun, kenangan tentang kebaikanmu akan tetap tinggal di hati kami. Semoga segala amal baik yang pernah engkau lakukan menjadi penerang dalam perjalananmu menghadap Sang Khalik,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah memberikan kesabaran dan kekuatan untuk melewati masa duka ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutup Andi Basri.
Selamat jalan, M. Amin bin Lampe (Aning).
Jasamu mungkin telah berakhir di dunia, tetapi kebaikanmu tidak akan berhenti hidup dalam kenangan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni dosa-dosamu, dan mempertemukanmu dengan rahmat serta kasih sayang-Nya.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.






