Reses DPRD Sinjai Dibanjiri Keluhan Warga, Data Bansos Hingga Drainase Jadi Sorotan
SINJAI, Suara Lidik.com- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sinjai, Andi Ridwan Darul Aqzah Palevi Asapa, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di Jalan Agus Salim, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kamis (11/06/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari ketidakakuratan data penerima bantuan sosial, persoalan infrastruktur, banjir, penerangan jalan umum, hingga peluang kerja bagi pemuda lokal.
Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah terkait penyaluran bantuan pangan dan beras yang dinilai belum tepat sasaran. Warga mengaku masih banyak keluarga kurang mampu yang tidak tercatat sebagai penerima manfaat, meskipun telah melalui proses pendataan.
Kepala Lingkungan Tokinjong bersama warga Lingkungan Ulusalo II menilai persoalan tersebut terjadi karena proses pendataan terlalu terpusat tanpa melibatkan aparat lingkungan yang memahami kondisi riil masyarakat.
Mereka mendesak pemerintah agar pendataan bantuan sosial ke depan wajib melibatkan RT dan RW guna memastikan akurasi data sekaligus menghindari potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Selain persoalan bansos, warga juga mempertanyakan belum dicairkannya insentif RT dan RW selama dua triwulan terakhir yang dinilai dapat mengganggu kinerja pelayanan di tingkat lingkungan.
Pada sektor infrastruktur, masalah drainase dan banjir menjadi perhatian utama. Warga mengeluhkan genangan air yang kerap terjadi akibat saluran drainase yang tersumbat, khususnya di kawasan Jalan Sultan Isma dan Jalan Agus Salim.
Bahkan, menurut warga setempat, kawasan perempatan Jalan Sultan Isma telah menjadi titik langganan banjir setiap musim hujan. Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai, pengerukan drainase, serta membangun sistem saluran air yang lebih representatif untuk mengatasi persoalan tersebut secara permanen.
Tak hanya itu, berbagai aspirasi lainnya turut disampaikan, di antaranya distribusi air PDAM yang belum stabil di Jalan Dr. Sutomo, minimnya tiang lampu penerangan jalan umum, penataan Pasar Sentral di Jalan Gunung Bawakaraeng yang dinilai masih semrawut pasca penertiban, hingga harapan para pelaku usaha kecil di sekitar Lapangan Gelora Massa agar dapat kembali beraktivitas demi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Warga juga menyoroti masih adanya pelajar yang belum mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), serta mendesak agar keberadaan Pabrik Porang di Kabupaten Sinjai lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal guna menekan angka pengangguran.
Di tengah penyampaian berbagai aspirasi tersebut, masyarakat turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi II DPRD Sinjai atas bantuan modal kerja berupa mesin pemotong rumput yang sebelumnya telah disalurkan kepada warga.
Menanggapi seluruh masukan masyarakat, Andi Ridwan Darul Aqzah Palevi Asapa menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.
“Seluruh aspirasi masyarakat yang kami terima hari ini, mulai dari persoalan drainase, validasi data bantuan sosial, insentif RT/RW, hingga berbagai kebutuhan pembangunan lainnya akan kami kawal dan sampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai agar mendapatkan tindak lanjut yang konkret dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata kepada masyarakat, kegiatan reses tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan mesin pemotong rumput secara pribadi oleh Andi Ridwan Darul Aqzah Palevi Asapa yang diterima perwakilan warga melalui para kepala lingkungan setempat.
Reses ini menjadi bukti bahwa DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga hadir mendengar langsung suara masyarakat sebagai dasar perjuangan pembangunan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.






