Masjid di Bantaeng Ini Buka 24 Jam, Musafir Bisa Istirahat dan Nikmati Kopi Gratis
BANTAENG, RADAR SELATAN — Masjid Babussa’adah yang teletak di jalan poros Bantaeng-Bulukumba, Desa Lumpangang, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para musafir yang melintasi jalur Makassar-Bulukumba, bahkan hingga larut malam.
Sekitar pukul 00.30 WITA, ketika sebagian besar rumah telah tertutup rapat, sebuah rombongan musafir yang tengah menempuh perjalanan dari Makassar menuju Bulukumba memutuskan berhenti sejenak di masjid tersebut untuk beristirahat.
Bukannya menemukan pintu masjid yang terkunci, mereka justru disambut dengan suasana hangat. Selain bisa menunaikan ibadah, para musafir juga dapat menikmati minuman hangat berupa kopi dan teh, air mineral, hingga aneka kue yang disediakan di dalam masjid.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang sejak sekitar satu tahun terakhir mengusung konsep “Masjid Ramah Anak, Dhuafa, dan Musafir.”
Pengurus Masjid Babussa’adah, H Arifuddin mengatakan, masjid tersebut memang dibuka selama 24 jam untuk memberikan kenyamanan bagi para musafir yang melintas di jalur Makassar-Bulukumba maupun sebaliknya.
“Banyak pengendara yang melintas malam hari. Karena itu kami berupaya agar masjid ini bisa menjadi tempat singgah yang nyaman bagi musafir, baik untuk beribadah maupun beristirahat sejenak,” kata H Arif.
Ia menjelaskan, pengurus masjid juga menyediakan berbagai fasilitas sederhana untuk membantu para musafir yang kelelahan di perjalanan.
Di antaranya pojok minuman yang dilengkapi kulkas berisi air mineral dingin serta dispenser bagi jamaah yang ingin menyeduh kopi atau teh secara mandiri.
Selain itu, pengurus juga menyiapkan bantal-bantal bersih agar pengendara bisa beristirahat sejenak atau melakukan power nap sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Menurut H Arif, konsep tersebut diharapkan dapat menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang yang ramah bagi siapa saja, terutama musafir yang membutuhkan tempat singgah di tengah perjalanan.****









