iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Sofha Marwah Dorong Pemanfaatan Rumah Gizi untuk Tangani Wasting dan Stunting

waktu baca 4 menit
Pj Ketua TP PKK Sulawesi Selatan, Sofha Marwah Bahtiar, Membuka Secara Resmi Kampanye Nasional Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Wasting, di Aula Tudang Sipulung, Senin 6 November 2023.

Loading

Makassar, SuaraLidik.com – Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar, membuka secara resmi Kampanye Nasional Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Wasting Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2023 di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Ayo, Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” ini dilaksanakan di Aula Tudang Sipulung, Senin (06/11/2023).

Sofha Marwah mengatakan, berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka wasting, yaitu gabungan gizi kurang dan gizi buruk di Provinsi Sulsep mengalami peningkatan signifikan. Yaitu dari 6.2 % di tahun 2021 menjadi 8.3% tahun 2022. Artinya, ada peningkatan 2.1%, yang jika dikalikan dengan jumlah balita, diperkirakan ada lebih dari 50.000 anak gizi kurang dan gizi buruk di Sulsel.

“Balita merupakan kelompok umur yang rentan terhadap kekurangan gizi karena pada usia balita mereka membutuhkan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, balita juga sangat pasif terhadap asupan makanannya karena sangat bergantung kepada orang tuanya,” jelas Sofha Marwah.

Bunda PAUD Sulsel ini mengungkapkan, usia balita merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan seseorang karena terjadi pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan yang sangat pesat. Mengapa persoalan gizi buruk dan gizi kurang (wasting) menjadi penting untuk kita tanggulangi bersama? Karena pada balita yang kurang gizi kronis akan beresiko tiga kali lebih tinggi untuk menjadi stunting.

“Gizi kurang/gizi buruk juga menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkannya rentan terhadap penyakit, sehingga meningkatkan keparahan dan durasi penyakit hal ini menyebabkan resiko kematian anak 11.6 kali lebih tinggi dibandingkan anak dengan status gizi normal,” ungkapnya.

Gangguan kesehatan yang dapat terjadi, kata Sofha Marwah, tidak hanya gangguan fisik tetapi juga gangguan mental. Anak dengan gizi buruk biasanya juga mengalami perkembangan mental atau kognitif yang buruk sehingga akan berpengaruh pada prestasinya di sekolah.

“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Masa depan membutuhkan generasi-generasi penerus yang unggul, yang harus bisa bersaing dengan negara-negara lain. Bila ingin Indonesia maju, maka kita harus mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul karena SDM adalah penggerak utama pembangunan,” jelasnya.

Menurut Sofha Marwah, permasalahan gizi merupakan permasalahan yang kompleks sehingga memerlukan intervensi dengan pendekatan multisektor. Baik yang berhubungan langsung dengan asupan gizi dan kesehatan (intervensi spesifik) maupun yang terkait dengan perilaku, sosial ekonomi, ketahanan pangan, infrastruktur dan lain sebagainya (intervensi spesifik).

Intervensi gizi spesifik, sambungnya, hanya memberikan kontribusi 30% dalam penanganan stunting dan gizi buruk. Intervensi gizi sensitif dan dilakukan Lintas Sektor ternyata berkontribusi sebesar 70%.

“Membangun SDM adalah investasi yang besar, karena hasilnya tidak bisa kita rasakan langsung tapi 15-20 tahun yang akan datang (jika berhasil),” imbuhnya.

Dalam rangka upaya penanggulangan stunting dan gizi buruk, upaya memperkuat perbaikan gizi harus dimulai dengan intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun.

TP PKK telah memiliki dan menjalankan program Rumah Gizi PKK di 24 Kabupaten dan Kota. Dengan Rumah Gizi PKK, kita dapat memberikan intervensi langsung kepada anak- anak kita yang mengalami wasting dan stunting serta ibu hamil dengan kurang energi kronis, berupa makanan bergizi setiap hari yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.

“Pemerintah juga telah menggalakkan Kampanye komunikasi perubahan prilaku, dan menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting dan gizi buruk,” ujarnya.

Salah satu upaya yang juga penting dalam pencegahan wasting adalah dengan melakukan deteksi dini atau skrining secara rutin, dan bisa dengan pengukuran Lingkar Lengan Atas balita dengan pita LILA. Salah satu wadah untuk melakukan deteksi dini secara rutin adalah PAUD. Diharapkan melalui integrasi deteksi dini wasting di tingkat PAUD, anak balita wasting di tingkat PAUD dapat ditemukan secara cepat, dirujuk dan mendapatkan pelayanan yang cepat di fasilitas kesehatan.

“PAUD juga dapat menjadi sarana strategis untuk menyebarkan informasi dan edukasi kepada orang tua tentang pencegahan wasting dan stunting,” pungkasnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan Kampanye Nasional Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Wasting dengan Tema “Ayo, Cegah dan Obati Wasting Biar Ga Stunting” ini, informasi mengenai pentingnya wasting untuk dicegah dan diobati dapat tersebar luas secara massif dan seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam upaya-upaya pencegahan dan pengobatan wasting agar tidak terjadi lagi stunting-stunting baru.

“Saya mengharapkan adanya upaya-upaya kreatif dan inovatif dalam pencegahan dan penanganan wasting dari semua stakeholder yang terlibat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam