iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

Fakta Hearing Tertutup, Aspekindo Nilai ULP Pokja ‘Tidak Tuntas’ Bicara Aturan

waktu baca 3 menit

Loading

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) ULP, Pokja yang berlangsung tertutup di ruang Komisi C DPRD Bulukumba, Selasa (22/8/17), menyimpan banyak tanya.

Ketua Aspekindo Bulukumba, Saiful Bahri H Saing.

Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Asisosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (DPK Aspekindo), Saiful Bahri H Saing, hadir sebagai pembawa aspirasi mengungkap salah satu pembahasan dalam Hearing. Masih mengenai penentuan klasifikasi Sub Bidang persyaratan Lelang DPRD tahap II yang berbeda persyaratan SBU pada SDP lelang tahap I.

Menurutnya, apa yang dikemukakan Pokja mengenai penetapan Subklasifikasi Usaha Pelaksana Konstruksi Kode BG004, dan tidak menggunakan Kode BG009 dinilainya keliru.

“Jadi pada hearing, saya mempertanyakan penetapan sub bidang klasifikasi BG004 jasa pelaksanana bangunan komersial, apakah gedung yang akan dibangun ini bertujuan dikomersialkan atau dipersewahkan,” ungkap Saiful usai hearing.

Termasuk surat jaminan penawaran yang kata Pokja tak diperlukan, merujuk Perpres No. 4 tahun 2015 adal 109 ayat 7 juga dinilainya setengah-setengah dan tidak tuntas.

“Jadi pada Hearing, Pokja bicara aturan Setengah-Setengah dan tindak tuntas, Peppres no 4 tahun 2015, adal 109 ayat 7 memang menjelaskan tidak diperlukan jaminan penawaran. Tapi harus dilihat di Peppres yang sama pada pasal 17 ayat 2 dikatakan tugas pokok dan kewenangan ULP (Pokja) huruf C menetapkan nominal nilai jaminan penawaran terkait penjelasan Permenpu No 31 tahun 2015 pasal 4 A, huruf a, mengatakan paket pekerjaan nol sampai 2,5 Miliar tidak diperlukan jaminan penawaran karena termasuk klasifikasi usaha kecil, dan huruf b, 2,5 Miliar sampai 50 Miliar dibutuhkan jaminan penawaran. Pertanyaannya apakah gedung DPRD itu masuk klasifikasi usaha kecil?,” ungkapnya lagi.

Selain itu, Aspekindo menyayangkan Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (DP3) merangkap PPK yang menandatangani kontrak tersebut.

“Saat konsultasi di LPJKD jelas bahwa pengalaman kerja pembangunan gedung kantoe pengadilan Bulukumba dan Sinjai yang jadi acuan, itu masuk BG009, jadi saya sarankan, pelelangan tahap dua menggunakan sub bidang BG009 bukan BG004,” jelas Saiful.

Rencananya dalam waktu dekat, Aspekindo juga bakal melayangkan aduan ke Lembaga Kebijakan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Langkah kami bukan hanya sampai di sini, selanjutnya kami akan ke LKPP untuk menggugat,” tambah Saiful.

Sementara, pihak ULP Pokja usai Hearing langsung bergegas meninggalkan kantor DPRD.

Ketua Komisi C, Andi Pangeran yang memimpin jalannya Hearing juga tak berkomentar Banyak. Dirinya hanya mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan konsultasi ke LPJKD sebagai pihak yang kompeten tentang mana yang harus digunakan, apakah BG009 atau BG004.

“Kita konsuktasikan dulu di LPJKD di Makassar, mana yang harus digunakan antara BG004 dan BG009 karena itu yang dipermasalahkan Aspekindo di Haering tadi, setelah itu baru ada penentuan untuk rekomendasi ke Bupati,” pungkasnya.

Reporter: Indra Chaerunnisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam